Senin, 25 November 2019

#BalanceForBetter ; Solusikah Untuk Mengatasi Krisis Perempuan?




Oleh. Sabako Yuga 


#InfoMuslimahJember -- Pada 8 Maret 1911, ketika International Women's Day (IWD) pertama kali dirayakan dengan aksi pawai yang diikuti oleh lebih dari jutaan perempuan. Namun saat itu, hanya perempuan-perempuan di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss yang ikut melakukan aksi pawai ini dalam merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya dan politik perempuan.

Namun kini, IWD disaksikan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Menjelang IWD yang jatuh pada 8 Maret nanti, masing-masing negara sudah memiliki agenda masing-masing.

Tahun ini, IWD mengambil tema #BalanceforBetter dengan tujuan melanjutkan tantangan yang mendatang dan mempercepat paritas gender. Tema ini mangajak para perempuan di seluruh dunia untuk mempercepat perwujudan keseimbangan gender baik dalam bisnis, politik, liputan media, dan kekayaan di seluruh dunia.

Dilansir dari About Her, tema ini diambil karena keseimbangan merupakan hal yang vital, terutama dalam ranah ekonomi. Situs resmi IWD mengatakan kini saat untuk mengambil sikap dan beraksi untuk menciptakan dunia yang seimbang.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki tema berbeda tahun ini untuk merayakan International Women's Day 2019. PBB mengambil tema "Think equal, build smart, innovate for change." Ide ini fokus pada cara-cara untuk memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Terutama dalam sistem perlindungan sosial, akses terhadap layanan publik, dan infrastruktur yang berkelanjutan.

Ungu Melambangkan IWD


Mengikuti women's march bukan satu-satunya cara menunjukkan peran dalam merayakan IWD tahun ini. Akun Instagram International Women's Day Global mengajak semua perempuan di seluruh dunia untuk berpose dengan kedua tangan berada di samping kedua telinga sebagai simbol kesetaraan gender.

Sementara itu, para aktivisnya juga dapat mengenakan pakaian atau aksesoris serba ungu. Warna ini sudah sejak lama terkait dengan perjuangan perempuan untuk menciptakan kesetaraan gender.

Warna yang melambangkan perjuangan perempuan mungkin saja berbeda-beda. Seperti perempuan-perempuan yang tergabung dalam Social and Political Union di Inggris menggunakan warna ungu dan juga hijau dan putih.

Islam dan Kemuliaan Perempuan.


Wanita memiliki kedudukan sangat mulia di dalam Islam. Allah telah anugerahkan kepadanya fitrah keindahan tak hanya kecantikan pada paras luar, tetapi juga kecantikan dalam.

Dengannya, ia berhak menerima predikat istimewa sebagai ummun wa robbatul bait. Sayangnya, posisi itu dianggap buruk oleh kalangan feminis. Mereka menyerang Islam sebagai agama yang mendiskriminasi peran perempuan hanya dalam sektor domestik.

Dalam Islam peran perempuan begitu mulia. Ia yang selalu memandang hidupnya berdasarkan bagaimana aturan Islam memerintahkan. Allah memerintahkan wanita mukminah untuk menjaga kemuliaannya sebagai kaum hawa. Sebagai seorang muslimah yang taat pada-Nya dan pada Rasul-Nya serta selalu memberikan manfaat untuk sesama.

Allah memerintahkan wanita mukminah untuk menutup aurat secara sempurna juga mengenakan kerudung dan jilbab secara syar’i dalam kehidupan sehari-hari.

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ …

"Janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak pada dirinya. Hendaklah mereka pun menutupkan kain kerudung (khimar) ke seputar dadanya…” (QS. An-Nur : 31)

Dalam kehidupannya, muslimah ketika keluar rumah juga diperintahkan untuk mengenakan jilbab syar’i dengan landasan dalil QS Al Ahzab : 59

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ...

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka..."

Selain itu, jilbab juga diperjelas dengan penjelasan: "Jilbab adalah laksana terowongan (lorong), yakni baju/pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung/pakaian apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya". (Kamus Al Muhith).

Begitulah Islam memuliakan perempuan dengan menjaga kehormatannya. Mulia di mata manusia, juga mulia di mata Allah.

Pandangan Islam


Berbeda dengan pandangan Islam, bahwasannya krisis yang terjadi atas perempuan karena tidak menempatkan kedudukan perempuan pada posisi yang mulia. Perempuan ada pada tanggung jawab laki-laki yaitu yang memberinya rasa aman (sebagai pengayom), dan pemberi nafkah kepada seluruh anggota keluarganya.

Sedangkan perempuan memiliki tanggung jawab mulia sebagai istri/ibu yang akan mencetak generasi-generasi  tangguh, dengan penuh kesabaran, cinta, dan kasih sayang.

Islam memandang, bahwa perempuan memainkan peranan penting dalam kehidupan rumah tangga. Meskipun perempuan pada fitrahnya memiliki fisik yang lemah dan lembut, namun perasaan dan nalurinya kuat, untuk mengemban tugas mendidik, dan mengajarkan masyarakat melalui peran-peran sosialnya.

Ketika mau diatur dengan aturan Islam, sesungguhnya tuntutan-tuntutan berbagai krisis yang terjadi pada perempuan akan terealisasi dengan Islam.

Laki-laki sebagai pemimpin atas kaum perempuan, perempuan wajib taat atas ketundukannya semata-mata karena Allah. Tugas utama ibu adalah ummu warobatl bait (ibu pengatur urusan rumah tangga), kewajiban menutup aurat ketika keluar rumah sebagai penjagaan atas kehormatan diri, perempuan berhak mendapat pendidikan, bekerja bagi kaum wanita adalah mubah, diharamkan perempuan ber-tabarruj (berdandan yang berlebihan), dilarang juga bercampur baur atau berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan, dan baik laki-laki maupun perempuan wajib menundukkan pandangan yang mengantarkan pada perbuatan tercela.

Ketika pintu-pintu kemaksiatan ditutup, maka krisis yang terjadi pada kaum hawa ini akan terminimalisir. Inilah aturan yang bersumber dari Tuhan yang Menciptakan Manusia, yang paham betul hakikat dari ciptaan-Nya.

Maka, penyempurnanya adalah hukum tegas atas segala macam bentuk penyimpangan yang terjadi di tengah masyarakat. Dan ini hanya akan terwujud jika Islam secara sempurna diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara dalam wadah Khilafah.

0 komentar:

Posting Komentar