Kamis, 21 November 2019

HAM; Perangkap Liberalisasi Negara Penjajah

Sumber Foto : Kompas Internasional

Oleh : Nauroh Alifah 


#InfoMuslimahJember -- Hari ini penulis akan melanjutkan cerita tentang festival HAM 2019 di kota Jember.  Semakin diikuti, festival HAM kali ini, aroma sekulerisasi dan  liberalisasi semakin terasa. Isu-isu gender yang selama ini nyaring disuarakan aktivis perempuan seperti partisipasi ekonomi dan politik perempuan,  pernikahan anak adalah salah satu isu yang menjadi pembahasan. Dan solusinya pastinya dengan solusi liberal. Jauh dari Islam. Sehingga solusi tersebut bukannya hadir memberi solusi tapi justru menghadirkan masalah baru. 

Lain waktu semoga penulis bisa membahas satu persatu masalah-masalah perempuan dan anak dengan sudut pandang Islam dan mengkomparasikan dengan solusi gender. 

Isu radikalisme banyak dibahas hari ini. Pembahasannya juga setali tiga uang dengan narasi pemerintah. Masalah utama negeri ini adalah radikalisme dan kelompok radikal itu selalu dialamatkan pada Islam politik. 

Yang menyedihkan adalah sesi paralel 9 dengan tema Ilusi Negara Islam. Judulnya saja menurut saya tidak pantas dihadirkan dalam forum HAM yang konon katanya menghargai pendapat semua kelompok. Tidak boleh ada tirani mayoritas maupun tirani minoritas. Tapi nyatanya itu hanya jargon!! Di forum tersebut justru dilakukan penghakiman pada salah satu konsep pemerintahan dalam Islam beserta ormas yang getol menyuarakan kembalinya kekhilafahan Islam, HTI.

Simak saja apa yang mereka sampaikan.  Rumadi Ahmad  pembicara dari Laspedam NU  menyampaikan "Tujuan kita  jelas untuk mengajak semua di festival HAM ini baik NU dan Muhammadiah untuk melawan dan membersihkan kelompok dari HTI, dan ideologinya."

Riri khariroh Komisioner komnas Perempuan  mengatakan bahwa kelompok radikal ini sangat berbahaya, mereka menolak kesetaraan gender, memaksa perempuan dalam ekstrimisme. Rumadi ahmad dalam penjelasannya menyampaikan bahwa militansi HTI itulah yang lebih bahaya dari terorisme. Sebab militansi itu sumber radikalisme.

Jelas sangat tendesius sekali kan?
Padahal semua orang tahu Islam itu agama yang sempurna. Yang penerapan syariah kaffah justru membawa kepada keberkahan. Dan Khilafah itu adalah kewajiban dan puncak dari penerapan syariah kaffah. Semua imam madzhab sepakat terhadap wajibnya Khilafah. Sesuatu yang diwajibkan Allah jelas tidak patut kalau kita katakan itu adalah ilusi. Padahal, Islam adalah negara dengan Islam sebagai agama mayoritas. Catat itu!!

Inikah HAM?? Selalu ditindas jika itu berkaitan dengan Islam??

Mau tahu kenapa Islam yang selalu dipersalahkan? Karena Islamlah yang justru akan membebaskan bangsa ini dari kungkungan penjajah asing-aseng yang telah melakukan perampokan besar-besar terhadap kekayaan negeri ini. Dan mereka tidak mau rugi bro!! HAM adalah salah satu alat untuk mengokohkan penjajahan mereka! Astagfirullah..

0 komentar:

Posting Komentar