Kamis, 21 November 2019

KHILAFAH TIDAK COCOK DI INDONESIA, MENGAPA?

Sumber Foto : Artikula

Oleh. Ayu Fitria


#InfoMuslimahJember -- Khilafah ramai diperbincangkan. Baik di seminar-seminar kampus ataupun diskusi intelektual di media televisi. Khilafah dinilai sebagai paham yang berbahaya bagi bangsa Indonesia. Penilaian ini terlalu dini dilontarkan, sebab tidak disertai dasar dan data yang jelas serta memuaskan akal tentang bahayanya bagi bangsa Indonesia. Selain itu, tidak memberikan keleluasaan kepada pihak-pihak yang menyuarakan khilafah untuk menyampaikan dasar suara mereka serta konsep khilafah itu sendiri.

Sikap umum intelektual terhadap khilafah adalah membolehkannya sebagai suatu pemikiran. Tetapi tidak boleh menjadi aksi apalagi gerakan politik. Meski terdapat hak kebebasan berpendapat, dikatakan bahwa pendapat yang dimaksud yakni pendapat yang masih dalam batasan etika dan budaya Indonesia. Menurut mereka NKRI sudah final, sehingga suara tentang penegakan khilafah dianggap tidak sesuai etika dan budaya Indonesia.

Persoalannya adalah persepsi negatif mengenai khilafah telah menutup pintu pemahaman konsep khilafah yang sebenarnya. Khilafah secara konsep adalah sistem pemerintahan Islam, dapat diartikan sama sebagaimana sistem-sistem pemerintahan lain,  dilihat dari sudut pandang konsep kepemerintahan. Namun, setiap konsep pemerintahan jelas memiliki substansi yang berbeda, sehingga pengaruh terhadap hal ikhwal konsep kepemerintahan juga berbeda, seperti pengambilan kebijakan, sumber hukum, mekanisme hukum dan lain-lain.

Sebagai suatu konsep pemerintahan, khilafah seharusnya dipandang secara objektif. Segala bentuk keraguan terhadap kemampuan sistem khilafah dalam mewujudkan kesejahteraan hendaknya dikaji, bahkan perlu diklarifikasi kepada pihak-pihak yang serius menyuarakannya. Melihat perubahan adalah suatu keniscayaan, maka perubahan sistem adalah hal wajar. Sebagaimana pernah terjadi perubahan sistem di Indonesia, misalnya dari presidensil ke parlementer. 

Mengenai pernyataan bahwa paham khilafah tidak sesuai dengan etika dan budaya bangsa, hal ini perlu diperjelas etika dan budaya yang mana? Sebab paham khilafah jelas sesuai etika dan budaya Islam atau ajaran Islam. Jika dinyatakan paham khilafah mengancam kebhinekaan atau keberagaman, penilaian ini juga tidak berdasar, karena faktanya sistem khilafah pernah dipakai dan berhasil menaungi dua per tiga dunia selama tiga belas abad, tentu tidak terbayang sebanyak apa keberagaman yang ada, baik itu agama, bahasa, budaya, suku. Namun mampu disatukan. 

Lebih-lebih bagi seorang umat Islam, khilafah harus diyakini sebagai ajaran yang wajib diamalkan. Sebab dengan khilafah inilah, Syariah Islam khususnya di bidang muamalah seperti ekonomi, hukum, pergaulan, pendidikan, dapat diterapkan. Pada hal aqidah khilafah membebaskan non muslim memeluk agama yang menjadi kepercayaannya. Berdasarkan hal itu, khilafah cocok untuk diterapkan di manapun, sebab konsepnya juga lahir dari pencipta dunia dan semua manusia.

0 komentar:

Posting Komentar