Sabtu, 21 Desember 2019

ISLAM MODERAT DALAM KONTEKS CINTA NABI CINTA SYARIAT


Oleh : Tutik Indayani
Anggota Majelis Muslimah Rindu Jannah


#InfoMuslimahJember -- Islam adalah agama yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw, sebagai nabi dan Rasul terakhir, untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir jaman. Dengan agama inilah Allah swt menutup agama - agama sebelumnya. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba - hambanya dan juga menyempurnakan nikmat atas mereka.
              
"Sesungguhnya agama yang diakui disisi Allah hanyalah Islam" (TQS Ali Imran : 19)

Pembawa agama Islam adalah Nabi Muhammad saw. Bila kita mengakui mencintai nabi, secara otomatis kita harus mentaati semua yang dibawah dan apa saja yang beliau larang seperti perkara spiritual, moral ataupun sosial kemasyarakatan, perkara ibadah, akhlak, keluarga, harta, ekonomi, hukum, pemerintahan, politik dan semua urusan masyarakat.

Rasulullah pernah bersabda : "Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya,  tidaklah beriman dengan sempurna diantara kalian, hingga aku lebih ia cintai daripada ayahnya, anaknya dan seluruh manusia. (HR.Imam Bukhari dan Muslim) 

Seiring berjalannya waktu, sejak runtuhnya Daulah Ustmani, ajaran Islam yang dibawa Rasulullah sebagian mulai ditinggalkan bahkan sampai ada yang berani merefisi dengan alasan ajarannya sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Ajaran Islam terlalu kaku dalam kemajemukan di dalam masyarakat yang memiliki keyakinan yang berbeda beda.

Dengan adanya pemahaman seperti itu, akhirnya banyak bermunculan pemahaman-pemahaman baru yang notabene bukan berasal dari pemikiran Islam tapi mengatasnamakan Islam. Sebut saja salah satunya seperti Islam Moderat.

Islam Moderat adalah Islam pertengahan. Islam yang lebih toleran, Islam yang tidak kaku. Lawannya adalah Islam Radikal yaitu Islam Fundamental/Intoleran.

Menurut Robert Spencer - seorang analisis Islam terkemuka AS, menyebutkan kriteria seseorang yang dianggap sebagai muslim moderat antara lain menolak pemberlakuan hukum Islam kepada non muslim, meninggalkan keinginan untuk menggantikan konstitusi dengan hukum Islam, menolak supremasi Islam atas agama lain, menolak aturan bila seorang muslim yang murtad harus dibunuh, mendorong kaum muslim untuk menghilangkan larangan menikah beda agama dll.

Sedangkan Islam Radikal lawan dari Islam Moderat adalah Islam yang menuntut pemberlakuan syariat Islam yang menurut mereka adalah sumber hukum yang sektarian. 

Jadi jelas bahwa Moderasi Islam (Islam Moderat) adalah upaya sekularisasi untuk menjauhkan syariat Islam dari kehidupan kaum muslimin. Istilah toleransi selalu digunakan kelompok liberalisme untuk memojokkan kaum muslim. Bahwa kekerasan dalam Islam muncul karena adanya "truth claim" (klaim kebenaran) dan "fanatisme", ini harus dihapus dalam ajaran Islam dengan cara memaksa kaum muslim membenarkan keyakinan agama lain, dan mereka yakin dengan cara ini kekerasan dalam Islam dapat dihilangkan.

Baru baru ini ada berita bahwa Indonesia mengirimkan Sepuluh Santri ke China, bertujuan untuk memperkenalkan Islam Moderat yaitu Islam yang toleran dan cinta damai, dan ini adalah program bersama Menteri Agama dan Kementrian Luar Negeri Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menjawab stigma dan mispersepsi masyarakat Internasional mengenai pendidikan Islam yang sering diasosiasikan menjadi lahan subur bagi kelompok radikal.

Dan dari kunjungan tersebut mereka para Santri akan mendapatkan beasiswa dari Pemerintah China, untuk memperdalam ilmu dan teknologi. Pemerintah China juga menawarkan kunjungan ke Xinjiang, daerah dengan penduduk mayoritas Islam di China, tujuannya supaya santri menyampaikan kepada dunia luar secara obyektif mengenai kehidupan Muslim di Xinjiang.

Sebetulnya itu hanya sebagai kedok saja untuk menutupi kebiadaban China terhadap muslim Uigyur, dan anehnya pemerintah Indonesia tidak mempermasalahkan itu, dimana mayoritas penduduknya muslim. Malah pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan China yang jelas-jelas beridiologi Komunis.

Islam Moderat selalu mempermasalahkan toleransi dalam ajaran Islam, yang dianggap kaku terhadap yang beda keyakinan. Pemahaman toleransi dalam Islam berbeda dengan pandangan kelompok moderat dan sekuler, ada batasan batasan yang tidak boleh dilanggar.

Selama perbuatan itu tidak menyangkut aqidah dan syariat Islam, masih diperbolehkan, misalnya dalam jual beli, kerjasama bisnis dengan orang orang kafir, yang dilarang dalam Islam yaitu menikahkan wanita muslimah dengan kafir, mengakui keyakinan dan hasil pemikiran agama lain seperti Demokrasi, Pluralisme, Sekulerisme, Liberalisme,Komunisme dll.

Bentuk toleransi yang pernah dilakukan Baginda Rasulullah yaitu tidak memaksa orang untuk masuk Islam, menjenguk orang Yahudi yang sedang sakit, melakukan transaksi jual beli dengan orang- orang kafir, orang - orang kafir mempunyai hak yang sama sebagai warga negara, orang kafir bebas beribadah dll.

Islam telah mengajarkan dan memperagakan toleransi dengan begitu apik sejak masa Rasulullah saw. Bila masih ada yang mempermasalahkan atau meragukan ajaran Islam, patut dipertanyakan keimanannya. Mereka adalah musuh Allah swt. Mereka tidak menghendaki Islam hadir sebagai rahmat bagi kehidupan manusia dan alam semesta.

Wallàhu'alam bi ash-shawàb.

Sumber : Republika dan Liputan6

0 komentar:

Posting Komentar