Senin, 09 Desember 2019

Korupsi Tanda Takut Ilahi Tak Ada Lagi






Oleh : Fathimah Adz
(Writer Milenial)


Banyak sekali perayaan dalam setahun ini.
Mulai dari hari jail sedunia sampai hari anti korupsi.
Namun sudah banyakkah perubahan terjadi??
Nyatanya zaman yang kejam semakin membuat emak-emak gigit jari.

Belum lagi membahas tanggal 9 ini.
Yang katanya hari anti korupsi.
Tapi nyata nya masih banyak yang tak sadar diri.
Atau bahkan terlalu cuek untuk mentadarkan hati nurani.

Kita akan bahas bersama.
Bagaimana hukum korupsi sebenarnya.
Jelas saja itu haram hukumnya.
Karena mengambil harta rakyat secara cuma cuma,
tanpa rakyat mengetahuinya.

Ketika haram di langgar, berarti neraka telah menyapanya
"Hey koruptor, ini dia singgasana mu di atas api yang membara"
Silahkan duduk dan nikmati minuman yang terbuat dari darah dan nanah,
yang rasanya belum pernah engkau rasa.
Perut mereka melembung sampai menutupi pintu pintu neraka.
Dan kerikil panas terus menghujam tubuhnya.

Tak takutkah engkau?

Aku sempat bermimpi..
Bagaimana semua perayaan ini tak hanya ilusi..
Melaikan di aplikasikan dan menuai bukti..
Bukan hanya berkoar koar mengobral janji,
namun kesejahteraan semakin minim karena kau korupsi.
Ah tak taukah engkau sakitnya dimana? Sakitnya tuh disini!!

Ah, aku sempat bermimpi.
Jika saja hari anti korupsi dapat menghapuskan korupsi itu sendiri..
Maka akan makmurlah negri ini.
Gemah ripah loh jinawi terwujud kembali..
Yang kaya tak sombong hati.
Juga tak lupa menafkahi sebagian harta yang dimiliki.
Yang miskin tak semakin miskin karena telah terpenuhi.

Ah, tapi aku lupa jika aku sedang bermimpi..
Selama islam belum diterapkan maka kesejahteraan hanya sebuah imajinasi.
Yang menyulitkan dan menyesakkan hati.
Juga tak dapat menurunkan barakah dari ilahi..

Sudahlah, sudahi saja semua ini.
Sistemmu terbukti tak berhasil sama sekali.
Mulai dari dulu hingga kini.
Jika kau tak memakai aturan islam yang terbukti dapat menaungi sepertiga bumi..
Maka selamanya korupsi akan menjadi jadi..
Dan semua pihak akhirnya harus gigit jari.
Keadaan semakin ganas, tak berhenti henti..

Maka kembalilah..
Kepada aturan islam yang sesuai dengan fitrah manusia.
Memuaskan akal, dan menentramkan
hati..

#SalamLiterasi

0 komentar:

Posting Komentar