Kamis, 05 Desember 2019

TERPAPAR SEKULERISME: PENYEBAB BANYAK ORANG JADI BIADAB

Sumber Foto : solopos

Oleh. Ayu Fitria Hasanah S.Pd
(Pengamat sosial dan budaya)

MIRIS, seorang nenek usia 65 tahun ditusuk lehernya oleh seorang lelaki misterius karena gagal memerkosanya. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu (4/12/2019) di Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Jember, Jawa Timur (https://jatim.suara.com/). Nenek yang dipanggil Mintuk ini diketahui hidup sebatang kara. Tindakan lelaki misterius tersebut jelas adalah perilaku keji, biadab. Perilaku keji ini merupakan satu diantara banyaknya perilaku-perilaku keji lainnya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Mengapa banyak tindakan keji dilakukan oleh masyarakat?

Perilaku manusia pada hakikatnya dipengaruhi oleh pemikiran, perasaan, dan peraturan yang mengikat dirinya. Pemikiran manusia tentang hidup yang harus dipersembahkan untuk ibadah kepada Allah akan mempengaruhi perilakunya agar sesuai dengan perintah-perintahNya. Perasaan manusia yang lemah dan membutuhkan Allah akan mempengaruhi dirinya untuk bersandar hanya kepada Allah. Peraturan hidup dari Allah yang dipakai manusia dalam segala aspek kehidupan akan menjaga manusia dari perbuatan keji dan mungkar.

Berdasarkan hal itu, penting untuk memahami apa pemikiran, perasaan dan peraturan yang ada di tengah-tengah masyarakat hingga menyebabkan banyak perbuatan keji terjadi. Dari kejadian lelaki misterius yang melakukan pemerkosaan pada kasus di atas, dapat diketahui bahwa dia tidak menyesuaikan perilakunya dengan perintah-perintah Allah. Selain itu, tampak bagaimana dorongan seksual yang sangat tinggi ada dalam pemikirannya hingga seorang nenek renta pun tega hendak ia perkosa. Juga terlihat dari gejolak nafsu seksual yang membuncah dan ini umumnya dipengaruhi oleh fakta seksual yang sering dilihatnya. Fakta seksual tersebut kenyataannya memang terus diproduksi misalnya melalui tayangan-tayangan di televisi, video-video di youtube, perempuan-perempuan yang bebas dalam berpakaian.

Maka dari itu, wajar hari ini banyak orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan keji karena pemikiran, perasaan, dan peraturan yang mengikatnya bukan dari Islam. Namun pemikiran kapitalisme (yang lahir dari sekulerisme) bahwa hidup untuk mencari kesenangan dan kenikmatan dunia. Bahkan pemikiran, perasaan dan peraturan Islam sengaja dipisahkan dari kehidupan masyarakat hari ini. Media tidak diatur berlandaskan Islam, sehingga tulisan, gambar, dan video yang haram atau tidak layak dimuat tetap dimuat asal menguntungkan. Peraturan berkaitan pendidikan, sistem sosial, pergaulan laki-laki dan perempuan tidak diambil dari Islam, namun banyak mengacu dari barat, walhasil kebebasan merajalela. Inilah sekulerisme yang terpapar di tengah-tengah masyarakat, menjadi penyebab orang tidak senantiasa membawa agamanya dalam semua perilakunya. Karena itu, umat Islam perlu mengembalikan pemikiran, perasaan dan peraturan Islam dalam hidup kaum muslim. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan seluruh peraturan-peraturan Islam dalam berbagai ranah dan aspek kehidupan baik oleh individu, masyarakat dan negara.
Islam adalah peraturan hidup yang menyeluruh, tidak terbatas pada urusan ibadah spiritual. Namun juga mengatur sistem sosial, sistem pergaulan laki-laki dan perempuan, cara berpakaian, sanksi hukum pidana, media, pendidikan, yang apabila ini semua diterapkan akan mampu membentuk pemikiran, perasaan Islam pada setiap incividu. Selanjutnya berdampak pada karakter serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

0 komentar:

Posting Komentar