FATAMORGANA KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DALAM NEGARA KORPORATOKRASI'



Oleh: Ani zahraa ( Aktivis Muslimah dan Pengamat Sosial Budaya) 

#InfoMuslimahJember -- Perempuan saat ini dijadikan sebagai salah satu role mode dalam pembangunan ekonomi. Karena karakter perempuan yang memiliki potensi yang telaten dan mudah menerima upah. Hal ini disampaikan oleh host dalam membuka pengajian umum aktivis muslimah Jember yang diadakan disalah satu restoran di Jember, pada minggu 12 Januari 2020. 

Berawal melihat kondisi dari tahun ke tahun hingga tahun 2019 bahwa setiap daerah ada sekitar 50 KK  menjdi TKI dan mengalami perceraian. Bahkan di  Jember hampir setiap hari ada 10 orang pergi ke luar daerah atau luar negeri untuk bekerja, merupakan data yang disampaikan host kepada para peserta. Tidak hanya itu Rusmiati S. P selaku pemateri memaparkan bahwa  "arus opini perempuan yang harus bekerja dan keluar rumah, dan gambaran perempuan yang tidak hanya nyuci dan jemur kasur saja dirumah, akan tetapi perempuan memiliki hak untuk bekerja. Pernyataan ini merupakan konspirasi barat saat ini yang digaungkan terhadap perempuan", Jelasnya.

Dari data yang disampaikan oleh pemateri angka kemiskinan terus meningkat, menurut Word Bank ada sejumlah 775 Ribu kemiskinan di dunia, di Indonesia mencapai 70 Juta orang dengan standar garis kemiskinan internasional senilai 775.200 per bulan.  Kemiskinan sebenarnya tidak hanya terjadi di negeri Indonesia saja, tapi juga menjadi polemik diseluruh negeri-negeri besar.  Program yang di aruskan internasional dalam program SDGS yang  menjadikan perempuan menjadi salah satu penopang ekonomi. Sehingga Perempuan harus bekerja, paparnya. 

Bahkan pemateri juga menjelaskan bahwa keluarga bisa mengekang perempuan ketika hak-hak perempuan tidak bisa di jamin, siapa yg mereka maksud pengekang perempuan? itu adalah ISLAM. Program Gender Gap yang mensetarakan antara laki-laki dan perempuan  harus sama  atau dikenal dengan istilah gender equality yaitu perempuan harus masuk dunia kerja (seperti laki-laki) karena mereka punya potensi keuntungan ekonomi. Perempuan harus aktif menggerakkan UMKM, ada sekitar 60% adalah perempuan yang ada didalam UMKM.  Efek dari program PEP  adalah keluarga muslim hancur, sama halnya generasi penerus hancur. Hingga sampai tercerabutnya peran ibu sebagai pendidikan pertama dan utama bagi generasi karena para ibu disibukkan dengan peran ekonomi nya. 

"Mampukah PEP mengentaskan kemiskinan?" "Tidak mampu" jawab peserta serentak. Rusmiati menjabarkan penyebab  kemiskinan yang terus menganga adalah  diterapkannya sistem kapitalisme.  Jelas bahwa solusi dari negara korporatokrasi  gagal dalam memuliakan perempuan, imbuhnya. 
Rusmiati menjelaskan bagaimana perempuan mulia hanya dengan peradaban Islam.  Syariah menentapkan bahwa posisi dasar perempuan adalah seorang ibu dan pengatur rumah. Perempuan adalah kehormatan yang wajib dijaga. 

Di penjelasan terakhir Rusmiati menegaskan bahwa perempuan dalam Islam bisa masuk dalam ranah publik, asal tidak meninggalkan tugas utama nya menjadi seorang ibu dan pengatur rumah tangga.  "Sehingga sudah saatnya kita mengambil peran, menyampaikan Islam adalah solusi untuk menyelesaikan masalah perempuan", seru Rusmiati kepada seluruh peserta. []

0 Comments

Posting Komentar