Pembuangan Bayi Makin Masif. Salah Ibu Mengandung??



oleh : ummu fillah

     
#InfoMuslimahJember -- Pembuangan bayi di kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, yang terjadi dua kali dalam sepekan mengundang beribu-ribu tanya? Siapakah ibu kandung yang tega membuang darah dagingnya sendiri? Apa motif di balik pembuangan bayi ini? Tanggung jawab siapakah ini semua dihadapan Allah?

    
Selayang pandang, Kalisat adalah kecamatan yang penuh dengan ulama-ulamanya, pondok-pondok pesantren kecil tersebar di pelosok desa. Tak mampukah ini jadi modal perbaikan akhlaq? Tak mampukah mendidik ketaqwaan pribadi?

      
Dalam sepekan jajaran polsek Kalisat menangani dua kasus pembuangan bayi. Pertama yaitu di penemuan jasad bayi di Dusun Junggrang Desa Patempuran tanggal 8/1/2020 dan di  tanggal 14/1/2020 kembali laporan penemuan jasad bayi di Dusun Rowo Desa Gambiran (Kalisat.Surya.co.id).

     
Kasus pembuangan bayi merupakan refleksi tidak diinginkannya kehadiran bayi-bayi tersebut. Hal ini karena bayi-bayi tersebut lahir melalui perbuatanyang tidak diridhoi oleh Allah. Hubungan pria dan wanita yang 'kebablasan', membuat Allah murka dunia dan akhirat. Menandakan betapa rusaknya moral individu zaman sekarang, selain tak peduli halal dan haram, rupanya juga membuat manusia tidak punya perikemanusiaan, sehingga darah daging sendiri pun tega dibiarkan meregang nyawa.

      
Kerusakan moral individu tidak bisa disolusi dengan banyaknya pesantren, kajian-kajian terkait akhlaq yang begitu masif. Karena  dalam sistem kapitalis memang me-liberal-kan pergaulan bebas, hingga khalwat dan ikhtilat ada dimana-mana, tanpa adanya kepentingan.

Disinilah pentingnya kita belajar dan menerapkan sistem islam, karena islam mengatur interaksi laki-laki dan perempuan, mengharamkan kholwat dan ikhtilat yang menjadi pintu masuknya perzinahan. Sebagaimana dalam firman Allah "Dan janganlah kamu mendekati zina, ( Zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk" (Qs. Al Isra' : 32).
    
Larangan Allah tentang aborsi juga tertuang dalam Al qur'an "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin.Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar" (QS. Al isra' : 31)
      

Cukuplah Al qur'an dan as-sunnah sebagai pedoman kita sebagai umat islam.  Sudah saatnya kita kembali kepada aturan islam secara kaffah, dalam bingkai Khilafah. Agar keberkahan Allah turunkan dari langit dan bumi.

Allahu a'lam bish showab

0 Comments

Posting Komentar