SAKTIKAH TUTUR KATA MANUSIA?

 

oleh :  Inas Rosyidah 

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Banyak istri berkeluh kesah
Mengapa suaminya tak bisa bersikap ramah
Sikap cuek jutek bahkan tak pernah mau kalah
Seakan dirinya tak pernah salah
Tutur katanya tajam bagai pedang yang membelah
Tak peduli meski seringkali hati anak istri patah
Wajarlah karena dia berprinsip TITAH SUAMI ITU BERTUAH

Ada juga orangtua yang tak pernah bersikap sabar
Ucapan dan perbuatannya jauh dari kata 'wajar'
Wajah dan lisannya selalu tampak sangar 
Anak yang tak sepakat dengannya harus dihajar
Saat anak tak patuh caci maki dan laknat dari bibir keluar
Wajarlah karena mereka berprinsip ORANGTUA SELALU BENAR

Ada yang salah dalam pensikapan
Ini yang harus diluruskan
Mereka miskin dalam pemahaman
Tak begitu Islam punya aturan
Dampaknya berakibat pada bentuk penindasan
Ada yang teraniaya dari sikap pendzoliman
Padahal tiap ucapan dan perbuatan
Kelak akan dimintai pertanggung jawaban

Suami bukanlah majikan
Ia juga bukan atasan apalagi komandan
Yang titahnya harus selalu dipatuhi oleh bawahan
Yang boleh langsung menghukum saat tak ada kesepahaman
Bebas menghardik saat emosi tak tertahankan
Jika demikian.... Dimana letak kasih sayang yang harusnya dihidupkan

Orangtua juga bukan Tuhan yang tak pernah lakukan kesalahan
Ia hanya manusia yang punya kedudukan tak terkalahkan
Bagaimanapun salahnya kelakuan dan ucapan
Anak tak boleh membentak apalagi lakukan kekerasan
Anak akan selalu kalah dengan orangtua jika berhadapan
Meski sang anak pemegang kebenaran
Takkan pernah ia menang jika orangtua dilawan

Manusia bukanlah setan  yang selalu lakukan kesalahan
Ia juga bukan malaikat yang pasti penuh kebenaran
Namun manusia berpotensi lakukan kesalahan ataupun kebenaran
Tergantung pemahamannya tentang Islam sebagai panduan
Jika tak faham atau gagal faham dalam memahami aturan
Bisa dipastikan kedzoliman akan dilakukan

Inilah fungsi Islam sebagai panduan kehidupan
Agar suami tahu mana batasan yang sudah Allah tentukan
Istri adalah sahabat dalam pernikahan
Ia selimut dalam kesedihan dan kemalangan
Ia cahaya di kala datang kegelapan
Ia sandaran saat cobaan hidup begitu mengguncangkan
Jika semua 'keindahan' itu belum dirasakan
Berarti ada yang salah dalam pemahaman

Jika orangtua faham syariah
Ia akan perlakukan anak dengan penuh asih dan rahmah
Takkan bersikap kejam saat anak tak patuh pada petuah
Dicarinya solusi yang tak membuat anak patah
Karena ia sadar anak adalah amanah
Investasi masa depan yang harusnya diperlakukan terarah
Bukan pelampiasan amarah
Saat hidup terasa tak ramah

Fahami... 
Tak semua titah orangtua dan suami wajib diikuti
Jika kemaksiyatan diperintahkan untuk dilakoni
Tak ada kewajiban dalam Islam pada mereka untuk ditaati
Justru HARAM jika anak dan istri taat menjalani
Karena ketaatan pada mereka hanya pada hal-hal yang Allah ridhoi
Tak patut manusia menuhankan makhluk demi sebuah ketaatan yang Allah benci

Tak ada manusia yang sempurna
Manusia gudangnya salah dan lupa
Sebagai pasangan halal apalagi sebagai orangtua
Berkali berbuat aniaya
Saat nafsu bicara 
Hukum Allah seakan tak lagi berkuasa
Ia hanya mendengarkan bisikan setan-musuh sejati manusia
Ngaji Islam men-charge iman agar full senantiasa
Upaya berpegang teguh pada aturanNya

πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

0 Comments

Posting Komentar