COVID-19 Merebak Cepat; Rakyat Butuh Pemimpin Hebat



Oleh : Veve Al-Fatih

#InfoMuslimahJember -- Berawal dari sebuah kota di China yang mendapat julukan Chicago (Wuhan, red) yang dilanda Corona (Covid-19) pada bulan Nopember 2019 lalu. Kini mulai merebak hampir di seluruh penjuru dunia, hingga negeri Indonesia pun turut kecipratan virus ini. Hal ini sungguh membuat resah masyarakat baik dari luar negeri maupun dalam negeri dan dari rakyat kecil hingga yang bertahta sekalipun. 

Perkembangan virus Corona begitu cepat, dari hari ke hari perkembangan terupdate di berbagai lini media terkhusus media sosial terus bermunculan. Hingga hoax (berita bohong) pun turut mencuat yang membuat masyarakat bingung untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah.

Kemudian, berbagai kebijakan dan penanganan diberikan kepada kepala daerah masing-masing. Hal ini membuat ada beberapa kepala daerah menetapkan lockdown lokal atau isolasi di tempat yang terdeteksi virus tersebut. Perbedaan kebiakan ini karena pemerintah tidak segera menetapkannya. Namun sayangnya, lockdown yang dimaksud di sini sebenarnya adalah distancing social saja, itu pun hanya dengan meliburkan institusi pendidikan yakni tingkat SD sampai SMA dan kampus-kampus.

Padahal hanya dengan meliburkan sekolah atau kuliah dan sebagainya terasa masih kurang karena di negeri ini masih ada yang masih berpikir dangkal untuk bisa jalan-jalan. Sehingga, hal ini memberikan keraguan dalam benak masyarakat karena lambannya pemimpin negara dalam bertindak tegas dan tepat serta tidak sinkronnya antara berbagai kebijakan di berbagai daerah dengan pusat hingga akhirnya sebaran virus ini berlipat ganda.

Memang benar, dalam penanganan Corona (Covid-19) tidak hanya dibebankan kepada pemerintah saja, melainkan masyarakat harus turut andil dalam hal ini. Namun juga bukan berarti bahwa penanganan virus ini dibebankan kepada masyarakat semata atau tiap-tiap kepala daerah khususnya. Sebab, beragamnya pengetahuan yang mereka miliki yang membuat penanganan yang berbeda-beda. Sehingga dalam menyikapi hal ini kita butuh satu komando kepemimpinan dengan bermental negarawan.

Pemimpin yang bermental negarawan adalah : Pertama, ia menggenggam visi misi yang mengglobal. Hal ini bermaksud bahwa ia harus bisa membaca peta internasional dan bagaimana harus menyikapi suatu permasalahan semisal Corona (Covid-19) ini di beberapa negara besar serta berdiskusi dengan para ahli untuk menemukan problem solving atas masalah yang terjadi.

Kedua, ia harus jelas dan tepat dalam menginstruksi serta bersikap tegas. Sebab, jika tidak demikian masalah yang terjadi dalam suatu negeri makin menjadi. Selain itu, dalam kondisi normal saja tugasnya yakni mengurusi rakyatnya, apalagi dalam keadaan genting bin bermasalah harus lebih lagi tanpa memperhitungkan untung-rugi didalamnya.

Ketiga, negarawan yang sejati juga harus memiliki ketakwaan yang tinggi terhadap Rabbnya. Sebab, ia akan menjalankan segenap tenaga dan pikirannya atas amanah yang diembannya, mementingkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi, tidak rela jika rakyatnya susah, amar ma'ruf nahi mungkar pada rakyatnya dan sebagainya, hal ini dilakukannya karena ia merasa memiliki tanggungjawab di dunia dan akhirat.

Dengan demikian, sudahkah negeri ini memiliki sosok pemimpin yang demikian?

Sungguh sosok pemimpin semacam ini hanya dapat ditemukan dalam sistem yang mau menerapkan hukum Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah.

Wallahu a'lam..

0 Comments

Posting Komentar