Tuduhan Kaum Feminis Terhadap Islam;Tuduhan Salah Alamat



Oleh. Nauro Alifah

#InfoMuslimahJember -- Hari ini adalah hari perempuan Internasional. Seperti tahun-tahun sebelumnya, momen hari perempuan internasional tgl 8 Maret akan menjadi momen untuk mengisahkan lagi kisah-kisah penderitaan perempuan. Di  AS, Setiap harinya ada 3 perempuan meninggal di tangan suami, pasangan atau mantan pasangan mereka. 1 dari 5 perempuan telah menjadi korban pemerkosaan atau percobaan pemerkosaan. Dan 1 dari 4 anak perempuan dicabuli sebelum usia 18 tahun. Di Inggris, seorang perempuan diperkosa setiap 6 menit sekali. Sementara di Eropa, 1 dari 4 perempuan mengalami kekerasan rumah tangga.

Sementara di Indonesia, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyatakan terjadi kenaikan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2019. Sepanjang tahun kemarin, terjadi 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan, meningkat enam persen dari tahun sebelumnya sebanyak 406.178 kasus. Selama 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792 persen atau delapan kali lipat. 

Miris memang melihat data-data tersebut. Belum lagi ketika kita melihat sejarah. Pada era Yunani kuno, perempuan tidak menikmati kebebasan maupun hak apapun. Sedikit perhatian diberikan kepada ibu rumah tangga , sedangkan perempuan dengan perempuan penghibur telah menjadi kebiasaan, dan bahkan pelacur menikmati penghormatan lebih besar dibandingkan perempuan yang menikah. Di arab, perempuan tidak memiliki status sosial, bahkan ia dianggap aib hingga membuat seorang ayah menguburnya hidup-hidup. Sampai hari ini hak-hak perempuan untuk mendapatkan waris, menuntut cerai, memiliki aset bahkan masih menjadi perdebatan di Barat hingga hari ini.

Sangatlah wajar ketika kemudian muncul gerakan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Namun, menjadi salah alamat ketika mengarahkannya kepada Islam. Salah alamat kalau kemudian para feminis menuduh Islam sebagai sumber penindasan pada perempuan. Salah alamat kalau mereka mengatakan bahwa jika Islam Islam diterapkan maka yang pertama kali menderita adalah perempuan dan anak-anak. Sebuah kesalahan berfikir yang sangat fatal.

Mengapa salah alamat? Karena jika kita mengkaji Islam, akan nampak bahwa Islam telah memeberikan hak dan juga kehormatan. Islam memposisikan perempuan pada tempat yang seharusnya di masyarakat. Islam juga melindungi perempuan. Tidak hanya dari keburukan lelaki, tapi juga dari kebiasaan umum yang keji. Ayat-ayat Al-qur’an mendorong perempuan memiliki kepedulian pada masyarakat. Islam mendorong perempuan untuk aktif dalam perkara agama, ilmu pengetahuan, menyebarkan kebajikan dan membangun masyarakat yang kuat.  Al-qur’an juga memandang laki-laki dan perempuan dalam derajat yang sama, tidak ada diskriminasi diantara keduanya. Keduanya diberi peluang yang sama untuk mencapai kedudukan yang mulia. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nisa :124

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.”

Islam telah memberikan standart kemuliaan yang baru, bukan berdasarkan pada warna kulit, ras atau gender, melainkan pada ketaqwaannya sebagaimana firman Allah :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(TQS. Al-hujurat 13)

Karenanya tidak mengherankan jika pada masa Islam diterapkan, banyak ditemui perempuan yang masyhur yang berkontribusi untuk umat. Mereka unggul sebagai perawat, guru, sastrawan, penghafal Al-qur’an perawi hadist dan lain-lain yang sangat dihargai oleh umat Islam. Lalu, jika penghormatan dan hak perempuan itu telah diberikan oleh Islam, apa alasan kita yang mengaku muslimah justru phobi terhadap Islam dan justru meneriakkan ide-ide feminisme?? []

0 Comments

Posting Komentar