Jejak Khilafah Di Nusantara: Bukti Historis Bahwa Perjuangan Khilafah Harus Menjadi Arus Perjuangan Kita!


Oleh: Nurul Mauludiyah

(Pengajar Tahfidz Qur’an dan Pemerhati Generasi Jember)



#InfoMuslimahJember -- “Yang nontonnya masih sendiri, semoga segera Allah pertemukan dengan jodohnya..” Celetukan MC saat membuka agenda Premier Film Jejak Khilafah di Nusantara yang seketika melenturan otot dan melebarkan senyum kami, penonton setia JKDN, setelah cukup lama menanti tim teknis menyiapkan filmnya sampai siap untuk ditonton oleh seluruh kaum muslimin di Nusantara. Maklum, kehadiran JKDN sudah sangat ditunggu. Dan menjadikan suasana mendebarkan saat ada kabar bahwa ada sedikit gangguan teknis, hingga pemutarannya mundur hampir 1 jam. Alaa kulli hal, Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Syukur tak terhingga atas pertolongan Allah hingga premier film JKDN berjalan dengan lancar.

Film JKDN tak langsung diputar, ada serangkaian acara dan tausiyah yang disampaikan oleh para Ulama’ Nusantara yang semakin menambah semangat perjuangan Islam. Ustadz Rochmad S. Labib mengingatkan kembali kepada Umat Islam bahwa tahun baru hijriyah bukanlah, tahun baru biasa. Tahun baru hijriyah adalah penanggalan Islam yang dimulai berdasarkan tahun pertama Rasullah SAW hijrah ke Madinah Al Munawaroh. Jika sebelumnya banyak penentangan terhadap dakwah dan diterapkannya syariah, maka hijrahnya Rasulullah SAW dan para sahabat 

Dalam wawancara yang dilakukan oleh Ustadz Karebet Wijaya Kusuma kepada Ustadz Islami Yusanto, terungkap bahwa umat Islam bisa mendapatkan ibroh (pelajaran) besar lewat sejarah. Namun, masih menurut Ustadz Ismail Yusanto, sejarah seringkali disebut second hand reality. Yaitu bahwa pengisahan dalam sejarah sangat tergantung pada siapa yang menuliskan, itulah mengapa saat ini ada pengaburan dan penguburan sejarah sebagaimana sejarah khilafah Islam dan kaitannya dengan Nusantara. Jika para arkeolog memiliki istilah digging up the past, maka kaum muslimin wajib melakukan digging up the truth agar ibroh yang benar bisa didapatkan oleh kaum Muslimin. Menang, Sejarah memang bukan sandaran hukum Islam, namun dari sejarah Islam di Nusantara kita bisa melihat implementasi bagaimana jejak Khilafah di Nusantara sangat tampak. Bahwa sejarah kekhilafahan Islam di Nusantara justru sejarah yang berusaha dikubur dan dikaburkan.

Selanjutnya Pak Karebet mewawancara seorang sejarawan muda yang juga sekaligus writter dalam film JKDN, Septian AW. Saat muncul satu pertanyaan menggelitik, mengapa harus  JKDN? Septiawan menjelaskan, mungkin banyak film sejarah Islam di Nusantara, namun belum ada yang mengkaitkan hubungan erat antara Islam di Nusantara dengan Khilafah. Itulah mengapa film ini wajib sekali ditonton sebagai sebuah referensi sejarah yang ilmiah. Mengapa demikian, karena film ini tidak digarap dengan sembarangan. Menurut Nicko Pandawa sebagai producernya, film JKDN dibuat berdasarkan riset dan verifikasi akademis, juga melalui wawancara dengan para sumber primer termasuk juga data-data pustaka dengan range penelitian meliputi seluruh bumi Nusantara. 

Inilah kisah tentang Nusantara, dan jalinannya dengan negara adidaya, Inilah kisah tentang Umat Muslim Nusantara dan jalinannya dengan Muslim di seluruh dunia, inilah film Jejak khilafah di Nusantara. Suara menggema dari pengisi suara film JKDN disertai sinematografi apik dan musik latar yang menggugah rasa penasaran, membuat awalan fim JKDN begitu memukau. Selanjutnya, ditayangkan kisah sejak Rasulullah wafat, pergantian kepemimpinan oleh para khalifah hingga Islam sampai di Nusantara. 

Disaat Nusantara masih berada dalam kegelapan, dunia justru sedang dipimpini oleh sebuah adidaya baru, yaitu khilafah. Dibawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, khilafah sampai di Nusantara. Menjadi logis saat khilafah memiliki relasi dengan banyak negara, karena keberadaannya sebagai Negara Adidaya. Kisahnya diceritakan begitu nyata dan mengaitkan puzzle peristiwa masa lampau Nusantara yang ternyata memiliki hubungan yang begitu erat dengan khilafah. Mulai dari hubungan Kerajaan Samudra Pasai dengan Khilafah Abbasiyah hingga perjalanan dakwah walisongo yang menjalankan misi dakwahnya sebagai kepanjangan tangan dari khilafah. Sunnguh memukau! Seolah seluruh teka teki terbuka dan seketika membuncahkan kebanggaan kaum muslimin akan keberadaaannya sebagai bagian dari khiafah sekaligus menguatkan kaum muslimin Nusantara bahwa perjuangan penegakan khilafah bukan perjuangan yang ahistoris. 

Setelah film dokumenternya selesai, ternyata acara premiere nya tak ditutup sampai disitu. Acara tersebut dimeriahkan oleh testimoni para tokoh muslim dari seluruh penjuru Nusantara, beliau-beliau adalah para ahli sejarah bahkan ada diantara beliau yang merupakan pelaku sejarah yang menyaksikan langsung bagaimana khilafah dulu menorehkan kisah gemilang, hingga Islam menjadi agama mayoritas penduduk Nusantara

Sebagai penutup, Ustadz Rochmat S. Labib menyampaikan setidaknya ada tiga pesan penting dari film ini. Pertama, bahwa Islam dan kekuasaan memiliki hubungan sangat erat. Imam Ghozali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin bahwa kekuasaan dan agama bagaikan saudara kembar, agama adalah dasar dan kekuasaan adalah penjaganya, sesuatu tanpa dasar akan runtuh dan dasar tanpa penjaga akan hilang. Jejak khilafah di Nusantara menggambarkan bagaimana kekuasaan Islam menjadi penjaga dari penyebaran Islam hingga Islam tersebar ke seluruh penjuru nusantara. Kedua, bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dari kekuasaan Islam atau khilafah karena dari sejarah, kekuasaan Islam/khilafah justru menebarkan kebaikan dan hidayah. Ekspansi wilayah yang dilakukan oleh khilafah berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kafir barat yang menyengsarakan lagi merampas kekayaan. Kehadiran khilafah di Nusantara justru membawa banyak kebaikan, memberikan nafas kebangkitan dan menebarkan hidayah Islam ke seluruh penjuru Nusantara. Ketiga, Sejarah yang hari ini dikisahkan dan dikelas dalam film JKDN, InsyaAllah akan berulang kembali! Sebagaimana hadist Rasulullah, yaitu kembalinya Khilafah Rasyidah Alaa Minhajin Nubuwwah. Siapapun tak bisa menghalanginya. Bahkan upaya akan menghalanginya, adalah upaya yang sia-sia lagi hina dihadapan Allah.

Akhirnya, semoga film JKDN ini menjadi spirit dan semangat juga penguat perjuangan khususnya bagi para pengemban dakwah, umumnya bagi seluruh kaum muslimin dunia. Terlebih lagi, khilafah bukan sekedar sejarah! Ada atau tidaknya catatan sejarah tentang khilafah di Nusantara tidak sedikitpun mengurangi ghiroh kita untuk memperjuangkannya karena memperjuangkan khilafah adalah kewajiban. Keberadaan Khilafah sebagai sebuah institusi yang akan menerapkan seluruh syariah, menjadi kewajiban yang harus diwujudkan oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Jika dalil seputar kewajiban memperjuangkannya sudah masyhur disampaikan dalam banyak konten dakwah, Rasululullah SAW pun telah menyampaikan bisyaroh tentang kembalinya, dan hari ini bukti kegemilangannya sudah terdokumentasi lewat film keren nan menggugah, lantas apa yang membuat kita ragu dalam memperjuangkannya?


Wallahu a’lam bish showab


0 Comments

Posting Komentar