Indonesia : Negara Hukum Rasa Negara Ormas



Oleh. Siti Nurhotima

#InfoMuslimahJember -- Kadang suka sedih melihat kalau ada sesama muslim saling beradu, mana yang lebih  bagus dan lebih baik. Melihat vidio yang sedang viral beberapa hari yang lalu Ya, pasalnya baru-baru ini puluhan anggota Ansor Bangil mendatangi kediaman Abdul Hamid dan Zainulloh di desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dalam rangka tabayun atau klarifikasi terkait dugaan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dan ulamanya Habib Luthfi bin Yahya di media sosial.

Namun sayang, sebagaimana yang terlihat dalam video yang telah beredar luas, ketua PC GP Ansor Bangil terlihat membentak-bentak dan mempersekusi pak kiai tersebut sembari mengatakan “HTI sebagai ormas Terlarang” dan “Khilafah sebagai ajaran terlarang”.

Namun sayangnya, Menteri Agama justru mengapresiasi sikap Banser yang mempersekusi Kiai Zainullah itu. Menag menganggap cara yang mereka lakukan sudah tepat karena mengedepankan cara yang penuh kedamaian. Ia menyebutkan langkah yang diambil GP Ansor merupakan tindakan tabayyun, dan kembali menekankan bahwa tidak ada ruang sama sekali bagi ideologi-ideologi yang bermaksud untuk menggeser Pancasila sebagai ideologi negara (fixindonesia.pikiran-rakyat.com, 22/8/2020).

Sebenarnya, apakah yang menjadi penyebab utama terjadinya tindakan main hakim sendiri, sampai-sampai menggeruduk rumah Kiai Zainullah?. Ternyata, ada dugaan penghinaan terhadap salah satu tokoh Nahdlatul ‘Ulama (NU), Habib Luthfi lewat akun sosial media seorang guru di sebuah yayasan lembaga pendidikan Islam di Kota Rembang. Masih dugaan, belum terbukti kebenarannya. Maka, sikap tabayyun seharusnya ditunjukkan bukan dengan membentak atau melakukan ancaman, melainkan duduk menang serta membicarakannya dengan kepala dingin.

Begitulah, seharusnya Menag tampil di depan sebagai penengah dalam permasalahan tersebut. Apalagi, hal itu berkaitan dengan urusan keagamaan yang tentunya menjadi bidang Kemenag. Terkait ucapan ketua PC GP Ansor Bangil yang mengatakan “HTI sebagai ormas Terlarang” dan “Khilafah sebagai ajaran terlarang”. Tentu ini harus diluruskan. 

Menurut Chandra Purna Irawan Ketua Umum Lbh Pelita Umat, organisasi dakwah Hizbut Tahrir Indonesia(HTI) bukan ormas terlarang menurut hukum dikarenakan tidak ada peraturan perundang-undangan yang menyatakannya organisasi dakwah HTI sebagai organisasi terlarang. “Organisasi dakwah HTI hanya Dicabut status badan hukum perkumpulannya saja (BHP) (Mediaumat.news, Sabtu, 22/8/2020).

Beliau juga mengatakan bahwa terkait Khilafah merupakan ajaran terlarang itu juga tidak benar. Pasalnya, ajaran Islam Khilafah tidak pernah dinyatakan sebagai paham terlarang baik dalam surat keputusan tata usaha negara, putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan atau produk hukum lainnya sebagaimana paham komunisme, marxisme/leninisme dan atheisme, yang merupakan ajaran PKI melalui TAP MPRS NO. XXV/1966.

Dari kesemua itu, sangatlah jelas ini adalah upaya rezim hari ini untuk menjauhkan umat dari iklim islam, menjauhkan dakwah islam, menjauhkan umat dari Khilafah. Padahal, sebagaimana sholat, dakwah, puasa, membaca Alquran dan lain sebagainya itu adalah ajaran islam. Sama seperti Khilafah, Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam, dan Khilafah bukanlah ideologi. Tetapi Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam, warisan dari Rasulullah, dijalankan oleh para sahabat yaitu Khulafaur Rasyidin dan diteruskan sampai ke Khilafahan terakhir Utsmaniyyah tahun 1924. Khilafah lah nanti yang akan menerapkan semua hukum.

Hukum islam terkait persanksian, ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, ibadah, informasi dan lain-lain. Maka dari itu, sudah seharusnya sebagai seorang muslim untuk memeluk islam, menjalankan semua perintah Allah menjauhi semua larangan Allah. secara kaaffah (menyeluruh) dan tidak setengah-setengah mengambil islam.

Sebagaimana firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam islam secara (Kaaffah) keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Q.S Al Baqarah:208).

Sungguh, sudah kewajiban bagi kaum muslim untuk singsingkan lengan, ikut bersama dalam Mega Proyek akhir zaman yang berasal dari Allah yaitu meratakan seluruh dunia dengan syariah(aturan) Islam tentunya dengan menegakkan kembali Khilafah Islamiyah.

Wallahu a’lam bishshawab


0 Comments

Posting Komentar