KENAPA KHILAFAH DIKRIMINALISASI, sedang K-POP dan DRAKOR Jadi INSPIRASI?

 



Oleh: Umi Nafilah


#InfoMuslimahJember -- Lagi, Indonesia dikejutkan dengan pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin bahwa K-Pop dan Drakor bisa menjadi inspirasi anak muda untuk mengenalkan Budaya Indonesia. Beliau mengatakan 100 tahun lalu sebelum kemerdekaan, warga Korea datang ke Indonesia dan beberapa di antaranya justru membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia, Karena itu, Indonesia dan Korea punya hubungan yang telah terjalin baik dan terus ditingkatkan.


Wapres menilai, dengan banyaknya produk Korea yang diproduksi di Indonesia dapat menjadi momentum pembelajaran bagi anak-anak bangsa untuk dapat menciptakan produk dengan kualitas yang baik dan berdaya saing. Sehingga, dalam jangka panjang diharapkan dapat mendorong proses industrialisasi Indonesia.


Disisi lain, anak muda di berbagai pelosok Indonesia juga mulai mengenal artis K-Pop dan gemar menonton drama Korea. Maraknya budaya K-Pop diharapkan juga dapat menginspirasi munculnya kreatifitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri. (Kumparannews, 20/9). 


Pernyataan ini sangat bertolak belakang dengan kejadian sebulan yang lalu, jika kita ingat bagaimana film Jejak Khilafah DI Nusantara yang disutradarai Nicko Pandawa diluncurkan pada Ahad (2/8/2020) lalu di-banned beberapa kali dengan mendapat notifikasi pemblokiran film yang bertuliskan "Video tidak tersedia. Konten ini tidak tersedia di domain negara ini karena ada keluhan hukum dari pemerintah" diunggah akun instagram @jejakkhilafahdinusantara. 


Padahal jika kita saksikan film tersebut, tidak ada hoax didalamnya, namun di film tersebut mengungkap ternyata ada jejak khilafah di Nusantara terkhusus di Indonesia, bahkan memiliki hubungan erat antara keduanya yaitu sebelum kemerdekaan, utusan khilafahpun juga membantu mengusir penjajah di Nusantara pada waktu itu. 


Kenapa film Jejak Khilafah di Nusantara yang mengungkap sejarah Khilafah dan Indonesia malah seolah terlarang, buruk, dan malah dikriminalisasi? Kenapa tidak diapresiasi dan menjadi inspirasi untuk generasi negeri? Sedangkan K-Pop dan Drakor, kenapa malah diangkat dan menjadi inspirasi? 


Padahal dunia mengenal Indonesia mayoritas muslim terbesar, seharusnya mempelajari budaya Islam dan Khilafah adalah hal yang wajar, bukan malah mengikuti budaya barat yang jelas-jelas bertolak belakang dengan Islam, sungguh sebagai muslim, apakah kita hanya diam?


Khilafah adalah ajaran Islam, sebagai seorang muslim mempelajarinya adalah kewajiban, bahkan seharusnya semangat memperjuangkan Khilafah menjadi inspirasi dan semangat bagi generasi negeri ini.[]

0 Comments

Posting Komentar