MIRAS MERUSAK MORAL REMAJA, KOK GOOD LOOKING HAFIDZ QURAN DIANGGAP ANCAMAN NYATA???



Oleh. Faiqoh Himmah

(Pemred IMJ) 



#InfoMuslimahJember -- Miris, Jember catat 'prestasi'.  Delapan pemuda mabuk perkosa siswi SMA. Dilansir dari detik news, Kapolsek Tanggul AKP Sugeng menyatakan 8 pelaku dan korban sama - sama dalam kondisi mabuk. 

Kejadian semacam ini bukan pertama kali di Jember. Oktober 2019 lalu, empat pemuda di Balung perkosa dua teman perempuannya setelah menggelar pesta miras (inewsjatim.id).

Tahun 2014 lalu, empat pemuda perkosa remaja 15 tahun usai pesta miras di Ambulu (kompas.com). Yang menghebohkan nasional, adalah tragedi Yuyun 2016 lalu di Bengkulu. Dia tewas diperkosa 14 remaja setelah pesta miras dan kecanduan film porno. 

Deretan fakta yang terungkap ini (bisa jadi lebih banyak lagi yang tak terungkap) menunjukkan rusaknya moral remaja akibat miras. 

Namun kewaspadaan terhadap miras ini, tak sepadan dengan kewaspadaan terhadap hafidz Quran. Pemerintah, justru menganggap hafidz Quran yang memakmurkan masjid adalah ancaman. Mereka lebih ditakuti daripada pemuda-pemuda mabok yang menghancurkan kehormatan banyak anak gadis.

Miras yang mudah didapat dan dibuat berpadu dengan ambyarnya arah hidup remaja, adalah potret kegagalan sistem pendidikan negeri ini dalam mewujudkan insan bertakwa. Juga potret kegagalan sistem sosial yang menjamin terjaganya akal manusia. 

Inilah buah dari dikebirinya Islam hanya sebagai aturan ritual belaka. Islam, dien yang paripurna, dianggap tak layak mengatur kehidupan masyarakat dan menjadi asas segala kebijakan negara. 

Aqidah Islam dipangkas hanya sebagai asas ibadah, tidak boleh menjadi asas sosial dan kehidupan masyarakat.  Inilah sekulerisme. 

Sekulerisme, menjadikan kebebasan perilaku, kebebasan individu sebagai nafas. Ibarat akar pohon yang buruk, batang dan buah yang dihasilkan busuk. 

Saatnya kita kembali kepada Islam secara paripurna. Merenungkan kembali, benarkah syariat  Islam yang mengatur kehidupan masyarakat dan negara adalah radikal? Benarkah syariat Islam merusak dan berbahaya? Sementara syariat Islam turun dari Rabb yang menciptakan manusia.

Harus berapa lagi remaja-remaja calon pemimpin negeri ini rusak dan hancur akibat sekulerisme?

Sungguh, ini adalah pelajaran bagi orang - orang yang berpikir. 

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ 

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allâh dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. [al-Hadîd/57:16]


0 Comments

Posting Komentar