SAY NO TO SECULARISM AND LIBERALISM



Ahad, 29 November 2020 Back To Muslim Identity Community mengadakan agenda webinar spesial untuk para millenials. Agenda yang dihadiri oleh ratusan peserta milenial tersebut berjalan lancar dan sukses. 


“Ada apa dengan kondisi milenials hari ini?” pertanyaan yang dilontarkan kepada pemateri 1 oleh host bikin penasaran para peserta. Menurut kak Dyah bahwa pandangan hidup generasi milenial saat ini cenderung receh, semaunya dan mengalami kekaburan alias krisis identitas. Untuk itu, sebagai generasi muslimah, kita harus memiliki point of view (cara pandang) yang sama yaitu Islam.


Ketika point of viewnya Islam, maka sebagai seorang muslimah akan mempunyai kesadaran besar sebagai hamba Allah, menjalankan syariat-syariat Allah, ketika hendak melakukan sesuatu pun akan disandarkan pada syariat Allah dan berharap syariat Allah diterapkan secara keseluruhan.


“Namun di era modern ini, identitas milenial muslimah tergerus habis-habisan, bahkan banyak yang mengalami krisis identitas, padahal sebagai muslim, kita memiliki dua potensi besar yaitu Islam dan pemuda (milenial) Islam.” jelas kak Dyah. 


“Jika dua potensi luar biasa ini kita manfaatkan dengan baik maka akan menjadi sebuah potensi kebangkitan yang besar, sebuah potensi kekuatan yang luar biasa, kalau ternyata potensi tersebut dibajak atau tidak dimanfaatkan dengan baik maka akan menjadi bencana yang luar biasa.” lanjut beliau. 


Dengan dua potensi yang kaum muslim miliki, peradaban Islam dapat bangkit kembali, namun kebangkitan kembali peradaban Islam pun mengkhawatirkan Barat, sehingga framing-framing negatif pun disebarkan, seperti agen-agen radikal itu yang good looking, celana cingkrang, cadar, khilafah pun dilarang, menyebar Islam moderat bahkan K-Pop pun harus menjadi inspirasi milenial.


Serangan masif deislamisasi pun melahirkan milenial-milenial yang liberal dan materialistis bahkan Islamophobia. Sehingga malah milenial muslim sendiri mencegah kebangkitan Islam, menjadi duta pemikiran dan Kebudayaan Barat bahkan menguatkan hegemoni barat atas dunia Islam.




Lalu bagaimana cara memperbaiki generasi milenial saat ini yang telah teracuni pemikiran Barat?


“Kalau kita ingin memperbaiki generasi milenial, perhatikan apa yang disampaikan oleh Imam Malik Rahimahullah, 'tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan sesuatu yang memperbaiki generasi awalnya (sahabat)'. Jadi memperbaiki generasi milenial dengan menggunakan kunci sukses generasi para sahabat terdahulu.” jelas pemateri kedua. 


Pemuda, iman, ilmu, amal dan dakwah adalah kunci sukses generasi terdahulu, bahkan generasi terdahulu hidup di dalam khilafah, sebuah lingkungan yang melindungi, dan menjaganya. Untuk itu kunci sukses generasi terdahulu perlu kita wujudkan bersama.


Bagaimana agar milenial bangga sebagai muslimah dan tidak mudah tergerus identitasnya? 


“Maka sebenarnya kuncinya itu dua. Pertama, kita harus punya pemikiran ideologis Islam yang unggul dan luhur dipadu kekuatan fisik prima yang dimiliki oleh milenial muslimah, kedua, kita harus punya kehidupan peradaban Islam dalam institusi khilafah.” ungkap ustadzah Yuniar. 


“Apa itu khilafah? Pertama, Khilafah adalah negara adidaya baru yang akan menghapus hegemoni negara barat dan akan menghentikan semua kebijakan yang merusak generasi milenial. Jadi khilafah itu akan melindungi kita. Kedua, khilafah sebagai sistem pendidikan yang menghasilkan pemuda yang kokoh imannya, punya kepribadian Islam, dan punya ilmu keterampilan, Ketiga, Khilafah menjaga akhlak pemuda pemudi dengan sistem pergaulan Islam, Keempat, Khilafah menerapkan sistem ekonomi Islam, Dan kelima, khilafah adalah hukum pemerintah dari Allah yang harus diwujudkan.” jelas beliau. 


Penjelasan terakhir ustadzah Yuniar, Bagaimana langkah yang kita lakukan untuk mengembalikan khilafah? Pertama, mengkaji Islam Kaffah agar membentuk akidah dengan keyakinan yang kokoh. Kedua, memahami Islam sebagai solusi masalah kehidupan dan bangga terhadap peradaban dan Sejarah Islam. Dan ketiga, Milenial muslimah menyuarakan Islam kaffah dan Khilafah. 


Setelah sesi diskusi dan persembahan, agenda perpaduan materi dan multimedia yang keren pun telah sampai di penghujung acara, diakhir host menggarisbawahi “ternyata Millenials Muslimah nggak cukup Back To Muslim Identity saja, tapi Millenials Muslimah butuh Back To Khilafah”[UN/IMJ]

0 Comments

Posting Komentar