Kelas Politik Aktivis : “76 Tahun Merdeka, Apa Kabar Indonesia?”

Oleh. Usi Safitri


Alhamdulillah telah diselenggarakan agenda perdana KPA (Kelas Politik Aktivis), tema “76 Tahun Merdeka, Apa Kabar Indonesia?” pada Minggu, 22 Agustus 2021.

Bersama kak Ilma (Aktivis Muslimah sekaligus penulis) sebagai pemateri, Dan Kak Hida (Founder Women Islamic Course) sebagai host. Acara ini dihadiri aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi se Jember, baik intra dan ekstra kampus. Sebelum masuk materi, Kak Hida memberikan pertanyaan pemantik kepada para aktivis yang mengikuti agenda ini.

Sudahkah saat ini kita benar-benar merdeka?”

Rata-rata para aktivis menyatakan bahwa saat ini, bangsa kita masih belum bisa dikatakan merdaka, hal ini disebabkan karena masih terbelenggunya kita dengan berbagai permasalahan, seperti hutang negara yang dari hari kehari makin meningkat, kehidupan masyarakat yang jauh dari kata sejahtera, dan masih banyak hal lagi yang membuktikan bahwa kemerdekaan yang kita rasakan adalah kemerdekaan semu. Hal ini diperkuat oleh pemateri yang menyajikan fakta bahwa bangsa ini masih dalam cengkraman asing, kita memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah, akan tetapi tak bisa kita nikmati, Malah yang ada kemiskinan ada dimana-mana, para penguasa yang tidak peduli dengan urusan rakyat, yang ada korupsi dimana-mana, bahkan dana bansos dikorupsi. Merdeka di negara kita hanya sekedar “kata”, tapi realitasnya belum kita capai. Eksploitasi, pengekangan, dan perampasan hak masih saja terjadi sampai saat ini.

Lantas, kenapa eksploitasi terus terjadi?

Hal ini dikarenakan negara kita masih menggunakan kebebasan dan demokrasi ala barat. Dimana demokrasi menjadikan akal manusia yang lemah dan terbatas sebagai sumber hukum menciptkan aturan. Maka wajar jika terjadi eksploitasi dimana-mana, hal ini dikarena mereka pembuat aturan tidak akan melihat kepentingan rakyat, yang mereka lihat hanyalah kepentingan kelompoknya dan para oligarki. Seperti inilah Hukum yang dibuat hawa nafsu manusia tentu penuh kelemahan, saling bertentangan dan dibuat untuk kepentingan para pembuatnya.

Mengapa, Kemerdekaan Kita terhambat?

Rasullullah SAW bersabda, “Bukankah mereka telah menghalalkan apa yang telah Allah SWT haramkan kemudian kalian mengikuti mereka? Mereka juga mengharamkan apa yang dihalalkan Allah SWT kemudian kalianpun ikut mengharamkannya?” “Itulah bentuk peribadahan kalian kepada mereka” (HR. At - Tirmidzi)

Kemerdekaan kita terhambat,  dikarena kita menenjadikan akal sebagai sumber hukum, dalam mengatur kehidupan. Padahal kita sebagai makhluk ciptaan Allah, tidaklah patut kita menghalalkan  apa yang telah Allah SWT haramkan, pun sebaliknya. Jadi ketika kita membuat hukum dan ternyata bertentangan dengan aturan Allah, maka kita harusnya berhati-hati bahwasannya hukuman Allah sangat keras, padahal kita diperintahkan untuk mentaati apa-apa yang dilarang oleh Allah, dan ketika kita melanggar apa yang Allah larang, inilah buahnya kita tidak akan merasakan kemerdekaan dan tidak terealisasi secara nyata.

MERDEKA SSESUNGGUHNYA

Ketika manusia membebaskan diri dan meninggalkan penghambaan terhadap manusia dalam artian tidak lagi menggunakan sumber hukum yang berasal dari manusia, mengembalikan hak membuat hukum kepada Allah SWT; mengembalikan kedaulatan kepada syariah. Dengan begitu kedudukan semua manusia setara. Sama-sama menghambakan diri kepada Allah dan tunduk pada syariah-Nya. Iniah yang dimaksud dengam kemerdekaan yang hakiki.

BUAH KEMERDEKAAN HAKIKI

Allah SWT berfirman:

Alif, laam raa. Inilah Kitab yang Kami turunkan kepada kamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita menuju cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan mereka, yaitu menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji (TQS Ibrahim [14]: 1).

Ketika sebuah peradaban itu menjadikan Islam sebagai sumber hukum, bukan menjadikan akal sebagai sumber hukum. Maka akan menjadikan negara yang semula kumuh, menjadi berkemajuan dan penuh cahaya.

Dalam sejarah di buktikan ketika masyarakat Arab yang dulunya jahiliah dan terbelakang, begitu mewujudkan kemerdekaan hakiki dengan menerapkan syariah Islam di bawah pimpinan Rasul saw., mereka dalam waktu singkat berbalik menjadi pemimpin dunia serta menjadi mercusuar yang menyinari kehidupan umat manusia dan menyebarkan kebaikan, keadilan dan kemakmuran kepada umat-umat lain.

Apa Yang harus Kita lakukan sebagai Aktivis agar menjadikan negara kita benar-benar merdeka?

Ada tiga hal yang dapat para aktivis lakukan yang pertama adalah Menyadari bahwa Indonesia belum merdeka; kedua, Mengambil peran dalam menyempurnakan kemerdekaan; dan yang ketiga adalah, mennjadikan Islam sebagai jalan perjuangan, larena tidak ada jalan lain yang lebih tepat selain dengan Islam.

Allah SWT berfirman :

Katakanlah (Muhammad), “Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.” (QS. Al – An’am : 57)

 

 

 

 

 

 

0 Comments

Posting Komentar