Finalisasi Perdagangan Israel dan UEA, Pengkhianatan Bagi Islam

 



[Berita dan Komentar]

Finalisasi Perdagangan Israel dan UEA, Pengkhianatan Bagi Islam


Berita:

Kementerian Ekonomi Israel dan Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan kedua negara telah memfinalisasi negosiasi kesepakatan perdagangan bebas. Setelah sebelumnya menormalisasi hubungan bilateral pada 2020 lalu.

Pada Jumat (1/4/2022) Kementerian Ekonomi Israel mengatakan dengan perjanjian ini sekitar 95 persen produk yang diperdagangkan akan segera atau secara bertahap bebas bea cukai. Produk-produk yang masuk dalam perjanjian ini antara lain makanan, produk pertanian dan kosmetik hingga peralatan medis dan obat-obatan.

UEA dan Israel menjalin hubungan resmi pada tahun 2020 berdasarkan Perjanjian Abraham yang ditengahi pemerintah mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Bahrain dan Maroko turut menjalin hubungan resmi Israel dengan perjanjian tersebut.


Sumber : Israel dan UEA Finalisasi Perdagangan Bebas


Komentar :

Finalisasi perdagangan bebqs Israel dan UEA, sebagai tindak lanjut dari normalisasi hubungan Israel dan UEA pada tahun 2020 lalu adalah pengkhiantan terhadap Islam dan umat Islam.

Dalam pandangan Islam, mendukung normalisasi adalah haram. Jelas keharaman karena tindakan ini terkategori muwalah (bersikap setia) kepada orang kafir.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi teman setia (wali, pelindung atau pemimpin)mu; sebagian mereka adalah pelindung (pemimpin) bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi teman setia (wali, pelindung, atau pemimpin), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al-Maidah [5] : 51).

Padahal jelas, Israel telah melakukan pembantaian, pengusiran, panjajahan terhadap Palestina dengan dukungan AS dan negara-negara Barat.

Kerjasama Israel dan UEA secara terbuka yang diikuti negara-negara muslim lain, jelah menjadi bukti, bahwa salah satu sebab terbesar, kepongahan Israel terhadap Palestina, dan tak putusnya penderitaan rakyat Palestina adalah karena pengkhianatan penguasa-penguasa muslim.

Hubungan kerjasama Israel dan UEA ini secara tidak langsung menunjukkan persetujuan UEA dan negeri-negeri muslim atas kebrutalan Israel pada penduduk palestina.

Sungguh menyedihkan! Padahal tegas Allah menyatakan bahwa muslim adalah bersaudara dan wajib memberikan pembelaan terhadap saudaranya.

Dalam banyak hadist, Rasulullah saw juga menyatakan bahwa muslim ibarat satu tubuh, muslim adalah bangunan yang kokoh.

Sayangnya, ayat dan hadist-hadist itu tidak berpengaruh dalam jiwa mereka!

Mereka justru mengemis pengakuan AS dan dunia Barat demi apa yang disebut kepentingan nasional. Kerjasama ekonomi yang akan memberi dampak besar. Padahal negeri - negeri mereka adalah negeri - negeri yang Allah karuniai kekayaan alam melimpah. Karena sebab kekayaan itulah mereka menjadi incaran AS dan negara-negara imperialis lain.

Sungguh, mendekat dan berkawan setia dengan negara-negara penjajah tidak akan mendatangkan kemuliaan!

Karena kemuliaan hanyalah milik Allah dan Rasul-Nya dengan menerapkan Islam secara kaffah. Sehingga kaum kafir segan dan tunduk. Dan cahaya Islam memberikan kebaikannya untuk seluruh umat manusia.

وَِللهِِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لاَ يَعْلَمُونَ ~

Kemuliaan itu hanya milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin, tetapi orang-orang munafik tidak mengetahuinya. (QS al-Munafiqun [63]: 8).

Saatnya kita meninggalkan ideologi kapitalisme dan berpegang teguh pada Islam!

Allahu a'lam. []


Faiqoh Himmah, Pemred Info Muslimah Jember

0 Comments

Posting Komentar