GRAND DESIGN KAPITALIS ATAS POTENSI PEMUDA



Oleh. Isnani Zahidah


#InfoMuslimahJember - Pemuda adalah aset penting bagi suatu negara. Sepanjang sejarah manusia, pemuda menjadi tonggak utama peradaban yang senantiasa memikirkan dengan sungguh-sungguh, menggerakkan, dan memimpin umat kepada suatu perubahan untuk kondisi yang lebih baik. Besarnya jumlah pemuda di seluruh dunia (satu dari lima orang penduduk dunia berusia 10-19 tahun) menjanjikan suatu arus perubahan dengan pemuda sebagai pemimpinnya. Mantan Menteri Luar Negeri Korea Selatan dan pernah menjadi SEkjen PBB periode 2007-2016 Ban Ki Moon mendefinisikan pemuda dengan kalimat, “Pemuda lebih dari sekedar bonus demografi. Pemuda memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan”.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pemuda di Indonesia sebanyak 64,19 juta jiwa atau 24,02% dari total penduduk yaitu satu di antara empat orang Indonesia adalah pemuda. Tak berlebihan jika peran sentral mereka diatur pemerintah dalam Undang-undang nomor 40/ 2009 tentang Kepemudaan.  

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan pemuda menjadi salah satu kunci sukses dalam memanfaatkan bonus demografi. “Sebagai  generasi penerus bangsa, pemuda harus mempunyai pengetahuan, keterampilan, karakter, dan jiwa patriotisme,” ujarnya saat menjadi pembicara pada Dialog Nasional Pemuda Tahun 2020 yang digelar secara daring oleh Bappenas, Senin (26/10). Menurut Muhadjir, hal itu sangat diperlukan sehingga pada tahun 2030 mendatang Indonesia benar-benar akan mencapai bonus demografi. Harapannya, jumlah angkatan kerja yang nanti diprediksi mencapai 71% akan diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.


Rancangan Induk Potensi Pemuda

Pada dasarnya negara pengemban sistem kapitalisme rentan terjdi krisis moneter. Dalam system ekonomi kpitalis krisis moneter bisa terjadi secara periodik. Ditahun 2008 Amerika serikat telah mengalami krisis keuangan yang serius hingga menjadikan perekonomian AS lumpuh. Tidak hanya itu ditahun 2012 Eropa turut mengalami krisis yang parah seperti yang dialami AS. Akibat dari adanya krisis ini adalah merosotnya daya beli masyarakat AS dan Eropa yang mengakibatkan barang-barang industri tersebut harus segera di ekspor ke negara lain. Asia (China, India, dan Indonesia) adalah pasar yang menggiurkan karena petumbuhan ekonominya yang tinggi. Disamping itu negara-negara tersebut memiliki jumlah penduduk besar sehingga berpeluang untuk menjadi pasar bagi produk-produk AS. Demi kepentingan ini, Amerika memimpin upaya pemetaan pemberdayaan pemuda yang diaruskan secara global melalui PBB. Amerika memberikan perhatian khusus pada Indonesia terutama karena Indonesia akan memperoleh bonus demografi.

Agenda Pemerintah Internasional dan Nasional terhadap pemuda di berbagai negeri muslim khususnya Indonesia. Agenda kontra-radikalisme terhadap pemuda Muslim dengan Pencegahan ekstrimisme Kekerasan (PVE) dengan beberapa program: 1). Pemerintah menetapkan regulasi PERPRES No.7 RANPE tahun 2021  tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024. 2). kurikulum pendidikan & pelaku Usaha (MBKM, pesantren, digitalisasi madrasah; sekuler & pembajakan peran), 3). Youth empowerment-pemberdayan ekonomi, perdamaian, SDGs , 4). masyarakat- moderasi & budaya, 5). media (inklusif anti hoax (narasi radikal) dengan menciptakan berita yang nyaman kondusif anti hoax, salah satunya dengan narasi radikal dari sudut pandang penguasa, 6). Identitas dan peran baru “ala barat” bagi pemuda muslim-duta sekuler individualis, liberal, materialistis, jauh dari agama/identitas hakiki 

Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada terorisme tahun 2020-2024 (RAN PE). Perpres itu ditandatangani Jokowi pada 6 Januari 2021 dan resmi diundangkan sehari setelahnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah menyusun serangkaian strategi, salah satunya fokus pada peningkatan efektivitas kampanye pencegahan ekstremisme di kalangan kelompok rentan (kontra radikalisasi). Dalam upaya ini, pemerintah melibatkan sejumlah pihak, mulai dari tokoh pemuda, agama, adat, tokoh perempuan, media massa, hingga influencer media sosial. Alasan dilibatkannya sejumlah pihak ini yakni belum optimalnya partisipasi tokoh pemuda hingga influencer media sosial, termasuk mantan narapidana teroris, dalam menyampaikan pesan pencegahan ekstrimisme. Merujuk pada Perpres, pihak-pihak tersebut nantinya akan ikut menyampaikan pesan pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme, baik melalui produksi konten internet maupun kampanye kreatif daring dan luring.

Terkait dengan pemberdayaan bonus demografi, salah satu alat ukur untuk menilai kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia, ungkap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ialah melalui Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Penilaian IPP didasari atas 15 indikator yang masing-masing dikelompokkan dalam lima domain yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.

“Capaian IPP kita masih sangat rendah, hanya 51,50 pada tahun 2018. Bahkan di 2017 sebelumnya, Indonesia hanya menduduki peringkat ke-7 untuk Youth Development Index (YDI) Asean yang artinya kita hanya lebih baik dari tiga negara yaitu Thailand, Kamboja, dan Laos,” ungkap Menko PMK. Kendati demikian, menurutnya pembangunan pemuda tentu tidak hanya terkait dengan IPP namun juga dalam rangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goal’s (SDG’s) yang sudah dicanangkan melalui Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2015. Ini sejalan dengan UU kepemudaanyang dijadikan  acuan untuk mengarahkan potensi kebangkitan pemuda, agar tidak bergerak liar dalam merespon krisis multidimensi yang membelenggu negeri ini. UU Kepemudaan memberi garis tegas tentang target pembentukan kesadaran pemuda. Agenda penyadaran pemuda (Pasal 1Ayat 5)adalah kegiatan yang diarahkan untuk memahami dan menyikapi perubahan lingkungan. Upaya perubahan lingkungan ini kemudian dirinci dalam UU NO 41 Tahun 2011 pasal 28 Ayat 2 yaitu memahami dan menyikapi perubahan lingkungan strategis,  baik domestik maupun  global serta mencegah dan menangani risiko. Artinya, kesadaran pemuda harus sejalan dengan keberlangsungan agenda global di Indonesia

Demikianlah, arah pemberdayaan pemuda telah dirancang PBB dan diratifikasi oleh penguasa. Pemuda hanya dibaca dari nilai ekonominya semata. Pemuda telah dikorbankan menjadi mesin penyelamat ekonomi kapitalis. Hasilnya, pemuda menjadi generasi yang cuek dan permisif. Di sisi lain, pemuda juga dipapar gaya hidup liberalis, konsumeris, dan hedonis. Sementara, segelintir pemuda yang belum terlalu hanyut dalam gaya hidup hedonis dankonsumeris mendapat pemahaman mengenai HAM, multikulturisme, pluralisme, dan sebagainya dalam pendidikan yang justru kian menggerus aqidah. Pemuda, sadar atau tidak telah dijauhkan dari aqidah yang hakiki dan ‘dipaksa’ meyakini demokrasi-nasionalisme yang sebenarnya tak lebih dari alat Barat untuk melegalkan penjajahannya di negeri-negeri berkembang. Bisa dibayangkan, generasi Indonesia kedepan akan menjadi generasi yang cuek pada aqidah dan persoalan umat, pragmatis, sertaliberalis.


Visi Islam Untuk Pemuda Islam

Sangat penting untuk mendesain karakter pemuda agar potensinya yang sangat besar tidak dimanfaatkan sebagai penyelamat ekonomi kapitalisme. Penting untuk mengideologisasi gerakan pemuda agar dapat mewujudkan perubahan hakiki yang dilandasi oleh Islam.Hal ini sangat bergantung dengan taraf berfikir yang dimiliki oleh pemuda, dan taraf berfikir pemuda ini sangat ditentukan oleh bagaimana kebijakan negara dalam membentuk sistem yang terpadu dalam pemberdayaan potensi pemuda. Arah kebijakan suatu negara tersebut sangat ditentukan oleh ideologi yang dianutnya. Adapun hal yang bida dipahamkan atas pemuda dan masyarakat adalah:

1. Posisi penting pemuda dalam islam sebagai agen dalam perubahan 

2. Kepribadian islam pemuda (Pemuda besar dalam sejarah Islam – kepribadian, kualitas, dan apa yang mereka capai untuk Islam. Mereka adalah pelopor sejati Islam dan pelopor perubahan nyata.

3. Membekali mereka mampu melawan serangan-serangan musuh merusak dan membajak perannya;  keyakinan agamanya, kesadaran yang kuat akan kematian dan ahkirat, kesadaran akan kepalsuan dan bahaya dari ide-ide dan sistem liberal sekuler dan konsep-konsep non-Islam lainnya yang mengelilinginya, untuk menjadi pemimpin bukan pengikut, membangun rasa tanggung jawab terhadap ummat dan din, mencari teman yang baik, membangun konsep haya’ (malu), bangga dengan budaya dan sejarah Islam, dll 

Semoga kerja ini segera terealisasi dengan izin dan pertolongan Allah SWT.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman  dan mengerjakan amal shalih bahwa sungguh Ia akan menjadikan  mereka berkuasa di bumi sebagaimana  Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Ia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Ia ridhai. dan Ia benar-benar mengubah keadaan mereka setelah berada dalam ketakutan  menjadi aman sentosa. mereka tetap menyembahKu dan tidak mempersekutukanKu dengan sesuatupun. tetapi barangsiapa yang kafir setelah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”[]


  


0 Comments

Posting Komentar