Sabtu, 07 Desember 2019

Pak Muwafiq, Sampean Ngaji Nang Endi?


/ Oleh Wardah Abeedah /

Oke. Pak Muwafiq sudah minta maaf dan klarifikasi. Tapi, saya tonton videonya si bapak tetep keukeuh dengan pendapat soal rembes. Buktinya dia bilang, kalo itu maksudnya "umbelen" (ingusan). Heran aku, Pak Muwafiq ini ngajinya dimana, sih?

Pict ini salah satu halaman dari kitab Wasa'ilul Wushul ila Syama'ilir Rasul karangan Syaikh Yusuf An-Nabhani, kakek dari pendiri Hizbut Tahrir.

Disitu dijelaskan bahwa sebagian dari kesempurnaan iman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah mengimani bahwa Allah ta'ala menjadikan penciptaan tubuhnya yang mulia dengan bentuk yang tak pernah dilihat sebelumnya atau sesudahnya pada penciptaan manusia.

Dan hadits pertama dalam gambar tersebut, menyebutkan bahwa jism (tubuh) Rasulullah itu indah.

Bagaimana mungkin, Rasulullah diawal penciptaan atau masa bayinya rembes atau umbelen?

Masih banyak kitab serupa yang menuliskan hadits-hadits yang membuat kita lebih mengenal pribadi Rasulullah. Rupa beliau, makanan, pakaian, dll. Mungkin Pak Muwafiq nggak pernah ngaji itu semua.

Atau jika dia nggak pernah ngaji kitab-kitab seperti itu, minimal kalau pernah ngaji di Madrasah Diniyah, dia pernah belajar burdahnya Syeikh Abu Shiri.

Disitu disebutkan syair yang baitnya berbunyi seperti ini :

فَهْوَ الذِّيْ تَمَّ مَعْنَاهُ وَصُـــــــوْرَتُهُ ۞ ثُمّ اصْطَفَاهُ حَبِيـْـــــــــــــبًا بَــارِئُ النَّسَمِ

*_"Dialah nabi yang sempurna baik batin atau lahirnya_*

Kemudian Rosululloh Saw, terpilih sebagai kekasih Allah ta’ala, pencipta manusia"

مُنَزَّهٌ عَنْ شَرِيكٍ فِيْ مَحَــــــاسِنِهِ ۞ فَجَوْهَرُ الْحُسْنِ فِيِهِ غَيْرُ مُنْقَسِمِ

*_"Dia sang nabi yang suci dari persamaan dalam segala kebaikan_*

Inti kebaikan pada diri nabi tak mungkin terbagi"

Atau kalau dia belum pernah tahu burdah dan artinya, sebagai orang bergelar Gus, mungkin dia pernah dengar lagu "Qamarun"nya abang Musthafa Atef, munsyid Mesir yang sering diundang pesantren-pesantren besar Indonesia. Saking hitsnya lagu Qamarun, lagu ini dihafal bahkan oleh gus-gus usia TK. Salah satu syairnya berbunyi :

مِنْكَ لَمْ تَرَ قَطُّ عَيْن

وَأَطْيَبُ مِنْكَ لَمْ تَلِدِ النِّسَاءُ

خُلِقْتَ مُبَرَّءًا مِنْ كُلِّ عَيْبٍ

كَأَنَّكَ قَدْ خُلِقْتَ كَمَا تَشَاءُ

*_"Engkau sangat indah yang belum pernah dilihat oleh mata,_*
*_Engkaulah seorang suci yang tidak pernah dilahirkan oleh seorang wanita,_*
*_Engkau diciptakan terhindar dari keaiban,_*

*_Seolah-olah engkau di ciptakan seperti mana yang engkau kehendaki"_*

Entah dimana Pak Muwafiq ini mengkaji ISlam, siapa gurunya, dan seperti apa lingkungan hidupnya. Hingga hal yang sudah a'luman bid dhoruroh bagi kalangan pesantren saja dia gagal faham. Terlebih, ini berkaitan dengan keimanan terhadap kanjeng Nabi yang mulia.

Saya awal tahu "Gus Muwafiq" ini dari berita-berita deradikalisasi. Dia termasuk dai yang vokal kalo urursan Islam radikal. Melihat fakta ini, saya kok semakin ragu ya, dengan kapasitas keilmuan tokoh agama yang selalu menyuarakan deradikalisasi.

Wallahu a'lam bish-showab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar