Dunia Tanpa Kekerasan Seksual. Mungkinkah Terwujud??



Oleh. Usi Safitri


#InfoMuslimahJember -- Jember, Minggu(21/11/2021) aktivis mahasiswa muslimah dari berbagai kampus di Jember berkumpul dalam diskusi Kelas Politik Aktivis yang digelar secara online melalui Zoom meet dan WA grup. Acara ini berjalan dengan lancar ditandai dengan antusiasme para Agent of Change, mengikuti jalannya acara dan hidupnya sesi tanya jawab. Kelas Politik Aktivis kali ini mengangkat tema 16 Hari Tanpa Kekerasan Seksual yang diperingati setiap bulan November. Judul yang diangkat adalah “Dunia Tanpa Kekerasan Seksual Antara Cita Dan Realita?” bersama kak Vivi sebagai host, dan kak Nuning sebagai keynote speaker.


Fenomena kekerasan seksual yang akhir-akhir ini banyak menjadi pemberitaan di media, terlebih adanya opini-opini yang berkembang serta lahirnya undang-undang untuk mensolusi kekerasan seksual, nyatanya tak mampu mensolusi permasalahan kekerasan seksual, yang ada kasus kekerasan seksual makin meningkat, hal ini sesuai dengan data yang pemateri paparkan dan sampaikan bahwa fenomena kekerasan seksual ibarat gunung es, artinya data yang ada belum mencatat semuanya, dan nyatanya masih banyak kasus yang tidak terungkap.


Lalu Apa Yang Menyebabkan Permasalahan Kekerasan Seksual Tak Kunjung Tersolusi?


Kak Nuning menyampaikan bahwa dari banyaknya upaya yang dilakukan pemerintah mensolusi permasalahan kekerasan seksual, seperti RUUPKS (Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual) dan yang terbaru Permendikbud yang harapannya dapat mensolusi permasalahan kekerasan seksual. Tapi faktanya dari banyaknya regulasi yang ada, belum mampu menghentikan atau menghilangkan kekerasan seksual yang ada secara signifikan. 


Lalu Benarkah Kekerasan Seksual Terjadi Akibat Ketimpangan Gender?


Para aktivis Feminis tentunya sepakat bahwa kekerasan seksual diakibatkan karena adanya ketimpangan gender atau relasi gender yang tidak setara, yang artinya baik perempuan atau laki-laki berpotensi menjadi korban atau pelaku, meski kenyataannya perempuan menjadi kelompok paling rentan. Hal ini diakibatkan karena masih adanya budaya patriarki yang telah mengakar di tengah masyarakat. Sehingga menyebabkan perempuan dipandang memiliki posisi yang rendah, dan hal inilah yang menyebabkan perempuan sangat rentan terhadap kekerasan seksual. Pandangan bahwa kekerasan kekerasan terkait gender adalah pandangan yang sangat keliru. Ini adalah pandangan kaum feminis yang mengukur kejahatan berdasarkan gender, baik pelaku maupun korban.


Jika bukan karena ketimpangan gender, lalu apa yang menyebabkan adanya kekerasan Seksual?


Jika kita telisik lagi nyatanya bukan semata-mata karena adanya ketimpangan gender, akan tetapi hal ini disebabkan karena lemahnya perlindungan dan sistem hukum atau regulasi untuk melindungi korban kekerasan seksual, Ditambah adanya budaya hidup liberal, dimana tatanan kehidupan kita dibebaskan untuk melakukan apa saja, tanpa mengikuti aturan yang ada di masyarakat maupun aturan agama, setiap manusia mengatur dirinya sesuai dengan aturan yang dibuatnya sehingga wajar akan banyak orang-orang yang melakukan kekerasan seksual dan pelecehan seksual, ini mencerminkan bahwa gagalnya bangunan sosial politik saat ini yang didasari ideologi kapitalisme, serta rapuhnya tatanan moral masyarakat yang ada, akibat tidak adanya standar baku yang mengatur tingkah laku manusia. 


Tatanan Kehidupan Tanpa Kekerasan Seksual dan Pelecehan Seksual, Adakah?


Tentunya saat ini kita sangat menginginkan kehidupan tanpa adanya kekerasan seksual, dimana perempuan benar-benar dimuliakan, bukan hanya perempuan yang merasa aman pun juga laki-laki, dan kehidupannya yang dipenuhi dengan suasana keimanan, ketika memang ada kasus kekerasan seksual, hukum tak lagi pandang bulu. Maka dari itu kita butuh regulasi yang dapat mewujudkan hal tersebut, akan tetapi sistem hukumnya harus dibenahi terlebih dahulu. Dan sistem regulasi yang kita i satu-satunya harapan perempuan bahkan manusia untuk menyelesaikan kekerasan terhadap perempuan sebenarnya pernah ada, sistem tersebut adalah sistem Islam yang benar-benar akan menjaga keamanan rakyatnya entah itu laki-laki maupun perempuan.


0 Comments

Posting Komentar