Pagelaran Umbar Aurat di Panggung Gus-Ning : Mencoreng Citra Jember Sebagai Kota Santri!

 


Oleh : Ning Hari W 


Acara tahunan pemilihan duta wisata Gus dan Ning 2022 telah mencapai puncaknya, setelah melakukan perjalanan panjang ajang pencarian duta wisata Gus dan Ning Jember 2022.

Pencarian duta wisata ini diikuti oleh 117 peserta yang mendaftar pada awal April 2022, terdiri dari 48 Gus dan 69 Ning yang kemudian mengikuti serangkaian seleksi selama 3 bulan dan diperoleh 10 besar Gus dan Ning Jember yang berhasil melaju ke tahapan Grand Final.

Puncak pemilihan duta wisata Gus dan Ning Jember 2022 diselenggarakan di alun-alun Jember, Senin (18 Juli 2022). Acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh Bupati Jember, tokoh masyarakat dan tak luput warga masyarakat yang didominasi para milenial Gen z.

Namun acara tersebut mengundang kontroversi antar warga Jember, saat panitia menampilkan fashion show dengan bahan busana transparan sehingga memperlihatkan bagian aurat si peraga busana yang tak layak dipertontonkan dihadapan publik. 

Penampilan busana fashion show ini telah mencemarkan nama kabupaten Jember yang berpredikat sebagai kota santri. 

Event ini merupakan yang kedua kalinya menampilkan hal tidak senonoh di hadapan publik yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember. Masih ingatkah Event tiga tahun yang lalu? Jember Fashion Carnaval (JFC) yang mendatangkan bintang tamu Cinta Laura Kiehl dengan busana yang mempertontonkan aurat. Kemarin terulang kembali di acara pemilihan duta wisata Gus dan Ning. Apakah ini memang dirancang untuk harus buka-bukaan aurat demi untuk menarik wisatawan yang datang ke Jember?

Inilah sederetan potret di sistem sekuler liberalis. Dimana sistem ini memegang tiga prinsip utamanya : kebebasan, individualisme, dan rasionalisme. Semuanya menunjukkan ketidaksiapan untuk terikat dengan ajaran agama, bahkan menentang ajaran agama.

Hal ini menunjukkan adanya kemerosotan aqidah dan moral, maka harus ditindak secara serius dalam menangani kasus ini, tidak cukup hanya minta maaf atas kelalaian yang terulang kedua kalinya.


Bagaimana Pandangan Islam Tentang Aurat?

Aurat adalah anggota tubuh yang tidak boleh ditampakkan dan diperlihatkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain. Menutup aurat hukumnya wajib bagi seorang muslimah. Namun, bagaimana batasan aurat wanita dalam syariat Islam?

Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya bahwa Rasulullah SAW bersabda: “…Dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalan sekian dan sekian.”

Disinilah kita melihat dengan jelas akan kebijaksanaan hukum islam dalam meminta seorang perempuan untuk memakai pakaian yang sopan dan tertutup (berhijab), yang menutupi seluruh tubuhnya yaitu dengan tidak menggunakan pakaian yang ketat atau transparan. Perempuan hanya diperbolehkan untuk memperlihatkan wajah dan telapak tangannya.

Begitulah Islam sangat memuliakan wanita dengan mewajibkannya menutup aurat. Maka sudah jelas bahwa pakaian sopan dan tertutup adalah pencegahan paling baik dari hukuman di dunia, yakni ia tak mengumbar auratnya di ruang publik. Hal ini lantaran dapat mengundang hal-hal yang tidak diinginkan.

Maka, kejadian beberapa hari lalu seolah-olah merusak jati diri Kabupaten Jember. Jember yang terkenal sebagai kota santri, ribuan pondok pesantren, ribuan alim ulama, termasuk Wakil Bupati adalah seorang ulama, telah tercemar gara-gara ada umbar aurat.

Sungguh tidak pantas dinikmati khalayak umum event pemilihan Gus dan Ning yang diselipi dengan fashion yang mengumbar aurat. Apalagi yang menonton generasi milenial. Mau dijadikan apa generasi kita kalau yang ditonton seperti itu?

Semoga kejadian ini tidak akan terulang kembali untuk yang kesekian kalinya.


Wallaahu a'lam bi ash-shawwaab.

0 Comments

Posting Komentar