Minggu, 13 Oktober 2019

WARNING! KHALWAT DAN IKHTILAT ONLINE!


WARNING! KHALWAT DAN IKHTILAT  ONLINE!
Oleh : Fathimah Adz

Seiring berjalannya waktu, ada banyak kemudahan-kemudahan hidup yang kita peroleh. Semisal nih, kalau jaman dulu komunikasi hanya bisa lewat telepon rumah atau berkirim surat, sekarang kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja berkat bantuan alat bernama ‘gadget’ atau smartphne. Biasanya juga, kita kalau mau  mengetahui suatu berita, kudu beli koran dulu atau lihat berita di TV. Sekarang mah, nggak jaman lagi. Tinggal sentuh trending topic di google atau youtube, atau mencari hastag-hastag sesuai keinginan kita di instagram, langsung bejibun berita yang disodorkan. Mulai dari kasus para artis,politik negeri, olahraga, event-event bakti sosial, apa aja deh.

Terutama buat kita nih, yang sering dibilang generasi milenial, yang sebagian besar kehidupannya sudah dihiasi dengan teknologi canggih. Kita harus bersyukur mendapat kemudahan-kemudahan ini,namun hati-hati, apabila nikmat kemudahan ini nggak kita arahkan kepada hal baik, maka tentu akan menjadi malapetaka (mudhorot) buat kita. Dari kemudahan berinteraksi lewat media sosial aja nih, apabila kita nggak pinter-pinter menjaga diri, bakal terjerumus ke khalwat dan ikhtilat online.

Emang ada khalwat dan ikhtilat online? Apa sih khalwat dan ikhtilat itu? iya, iya. Kamu udah pengen tau banget ya? Okey, kita akan bahas satu persatu. 
Supaya nantinya temen-temen mudah memahami, kita akan mulai dari hukum berinteraksi. Hukum berinteraksi adalah mubah selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Khalwat sendiri artinya berdua-duaan  antara lelaki dan wanita yang bukan mahrom di tempat tertutup atau tersembunyi tanpa ada suatu  keperluan. 

Terus,apa hukumnya berkhalwat? Dalam sebuah hadits riwayat Bukhori Muslim yang sudah pasti dan yakin keshohihannya, Nabi bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali ia berdua duaanyya dengan wanita ajnabiy (bukan mahrom) tanpa suatu kepentingan karena yang ketiganya adalah syaitan”

Wah, udah jelas banget dalilnya nih. Jadi,khalwat yang hukum asalnya boleh menjadi haram,karena ada larangan Allah didalam hadits ini. Mafhum?

Kedua,kita akan bahas tentang ikhtilat. Ikhtilat adalah bercampur baurnya antara lelaki dan wanita yang bukan mahrom tanpa suatu kepentingan, yang akibat interaksi itu memungkinkan terjadinya hubungan khusus antara kedua lawan jenis.

Terus, apa nih hubungannya sama online?

Karena tadi kita sudah memahami hokum khalwat ikhtilat adalah dilarang, maka dimanapun dan bagaimanapun itu, termasuk media social atau via online, hukumnya akan tetap sama.

Teman-temen tau nggak, apa aja contoh khalwat dan ikhtilat online? Semisal chattingan via japri, yang dimana membahas hal-hal yang tidak penting atau saling melempar perhatian, baper-baperan, atau saling support yang akhirnya bikin kita berharap atau bergantung nih sama dia.

Contoh ikhtilat, biasanya kita punya tuh kan, grup kelas atau grup les, grup apa aja deh yang sesuai kebutuhan kita, tapi kebanyakan isinya ngobrolin hal-hal unfaedah. Kadang kitanya juga nanggepin, sahut-sahutan, sampai akhirnya grupnya  rame banget dengan obrolan diluar tema. Pernah nggak? Nah, itulah salah satu contohnya khalwat dan ikhtilat online. Temen-teman ada yang pernah melakukan hal seperti contoh diatas?
Mungkin temen temen bertanya nih, kenapa sih,kok chatting aja hukumnya bisa haram? Padahal kan nggak ketemuan? Walaupun fisiknya nggak ketemuan, tapi interaksinya mah, sama saja khalwat. Ngobrol japri, sama aja dengan khalwat. Berdua. Namanya aja japri. Jalur Pribadi. Hanya kamu dan dia kan yang tau lagi ngomong apa aja. Dan ada satu kaidah nih yang penting untuk temen temen jadikan pedoman. Al-wasilatu ilal haromi mahruumah. Artinya segala sesuatu yang mengantarkan pada keharaman hukumnya pun menjadi haram. (Diambil dalam kitab Nidhom Al-Islam,karya Syaikh Taqiyyudin An-Nabhani pada bab Al-Masru’ Ad-Dustur Dalah Khilafah).

Nah, sobat muslimah tentunya tau, ada banyak hal yang Allah haramkan untuk kita perbuat. Salah satunya seperti zina. Kalau kita melihat kaidah diatas, ternyata bukan zinanya aja lho yang diharamkan. Tapi semua perantara-perantara yang bisa mengantarkan seseorang berbuat hal itu.

Apa aja perantaranya? Ada banyak banget pastinya. Semisal pacaran, sering berkhalwat, ikhtilat, peluk-pelukan, boncengan atau kalau perempuan nih membuka aurat,pakaiannya seksi dan lainnya. Bisa jadi yang menurut kita sepele, juga bisa tuh mengantarkan pada zina. Semisal saling stalking, boom love and like, komen-komen di akun ikhwan, saling memberi perhatian lebih, saling berharap, bahkan bisa juga saling melempar pandangan. Sepele banget kan? Iya, saking sempurnanya Islam, bahkan urusan kita memandang, itu diatur agar tidak menimbulkan fitnah dan bahaya buat diri kita sendiri. 
Lalu, apakah ini berarti islam melarang mutlak perempuan berinteraksi dengan lelaki? Bagaimana ketika dipasar atau ketika ada tugas kelompok yang didalamnya terdapat campur baur? Islam kok kaku banget sih? No dears..

Islam membolehkan kita berinteraksi dalam 3 hal. Pertama muamalah atau jual beli; kedua pendidikan atau kegiatan belajar mengajar; dan kesehatan. Intinya tuh kita ada keperluan didalamnya. Dan ingat ya sholihah, kalau keperluannya sudah tertunaikan, cepat-cepat pulang. Jangan sampai terbawa suasana nyaman yang bikin kita lupa batasan. Okey?
Teman, kita harus meyakini dan beriman bahwa Allah itu Maha Pencipta dan Pengatur. Kita pun diciptakan, bukan untuk main-main. Ada tugas besar yang Allah titipkan di pundak kita yaitu untuk mengurus bumi dengan menerapkan aturannya disegala lini. Kita juga harus meyakini bahwa Allah itu Maha Berkuasa,Maha Berilmu. Bisa jadi apa yang menurut kita baik, ternyata buruk dimata Allah atau sebaliknya. Lalu bagaimana agar kita senantiasa melakukan hal-hal yang baik dan benar? Tentu kita harus merujuk lagi kepada apa-apa yang telah Allah tetapkan. Apa yang telah diperintah Allah untuk kita, sekalipun itu berat atau tidak nyaman, pasti itulah yang tebaik. 
Pun dalam masalah berinteraksi, Allah punya aturan untuk kita. sekalipun menurut kita ribet, sejatinya itu untuk menjaga diri kita sendiri. Allah ingin menjaga agar kita tetap mempunyai batasan dan dihargai oleh lawan jenis. Allah ingin menjaga hati kita dari segala macam penyakit yang melemahkan iman. Seperti berharap pada manusia, galau, kecewa, resah, khawatir karena nggak di chat dia lagi (misalnya).

Dalam islam, semua kaum muslimin adalah mulia karena bertaqwa. Semua dijaga agar tetap mulia dengan aturan-Nya. Jadi, apa–apa yang sudah Allah larang, maka berusahalah kita untuk menjahinya. Bukan hanya yang Allah larang, tapi yang mendekati juga jangan dilakukan. Baik di dunia nyata ataupun di dunia maya. Ingat teman, Ittaqillaha haitsu maa kunta, bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada!

Buat temen temen yang masih terjebak dalam lingkaran khalwat dan ikhtilat online, yuk segera hijrah. Berlari menuju keridhoan Allah. Jangan sampai kamu terlambat, dan menyesal ‘banget’ nantinya. Kalau sudah terlanjur, siapa yang akan kau salahkan? Allah yang tak sayang, atau kamu yang tak mau taat aturan? Dia yang mempermainkan atau kamu yang kelewatan? Semua pilihan itu ada ditanganmu, teman. Aku disini hanyalah saudara seiman yang tugasnya hanya mengingatkan dan mengajakmu kembali ke jalan yang benar.

Wallahu a’lam bish showwab.

Senin, 07 Oktober 2019

Wamena, Saudara Kita


WAMENA SAUDARA KITA
Oleh: Ihya laila sari.

Rusuh, ricuh keadaan di Wamena,
Ingin memisahkan diri dari Indonesia,
Membakar bangunan-bangunan yang ada,
 Juga tak segan menghabisi manusia yang di depannya.

Mengapa? Apa sebabnya?

Berita demi berita mengabarkan cerita yang berbeda,
Namun, satu intinya. Mereka tak terima! Oleh perkataan yang “RASIS” katanya,
Yang diucapkan salah satu guru di papua dan seorang mahasiswa dari jawa.

Para polisi pun sudah mengingatkan agar tak mudah percaya,
 Atas  ucapan-ucapan yang juga belum dijamin kebenarannya,
Namun, gelap mata! Amarah telah menguasai rakyat papua,
Hingga memaksa untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Namun, apakah kita percaya? Bahwa itu sebab sebenarnya?
Apakah kita telah lupa? Bahwa papua memliki kekayaan yang tiada tara?
Gunung emas, yang  katanya milik Indonesia,
Namun nyatanya, telah  lama dikeruk oleh Amerika.

Ya! Kita tidak boleh lupa,
Bahwa ada Amerika dibalik segalanya,

Amerika! Yang menginginkan freeport seutuhnya!
Dan inilah salah satu strategi mereka untuk memilikinya,
Memisahkan papua dari  Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kami rakyat biasa,
Memanggil kalian para penguasa,
Yang katanya paling pancasila,
Yang katanya siap membela negara dengan nyawa!
Kemana? Kemana kalian semua?
Ohya,  Kan lagi pada asik denger konser negara..
Naudzubillah.

Wamena, Kita bersaudara,
Semoga segera Allah turunkan pertolonganNya,
Berupa penerapan sistem Islam dalam negara,
Yang hanya dengan itulah Wamena akan terbebas dari penjajahan baru berupa pengambilan sumber daya alam indonesia.

Yang dimana, dalam sistem daulah Islam.
Negaralah yang akan mengelola sumber daya alam negerinya.
Untuk dijadikan pemasukan negara dan memenuhi kebutuhan rakyatnya.
Hingga, tidak akan ada kalimat “miskin di negara yang kaya”

Namun, sekali lagi. Amerika menebarkan virus Islamphobia
Menjadikan kaum muslim bergidik ngeri dengan agamanya.
Membuat kaum muslim ber-Islam “seadanya”
Menyebarkan bahwa agama bukan solusi sebenarnya.

Dan memang itulah sifat kaum kafir.
Yang tidak akan pernah rela kaum muslim berjaya dengan agamanya
Seperti yang terdapat dalam firmanNya dalam surah Al-baqarah ayat 120. Allah berfirman: “Dan orang” yahudi dan nashrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang sebenarnya”. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai padamu, tidak akan bagimu pelindung dan pertolongan dari Allah”.

Jika bukan Allah yang menolong, siapa lagi?
Jika tidak menggunakan aturan Allah, aturan siapa lagi?
Masih percaya sama demokrasi? Yuk beralih pada aturan ilahi

Wallahu a’lam bish showab

Rabu, 02 Oktober 2019

5 Tips Menanamkan Aqidah pada Anak


[Keluarga Sakinah]

5 Tips Menanamkan Aqidah pada Anak

Oleh : Faiqoh Himmah

Menanamkan aqidah pada anak merupakan proses pendidikan pertama dan terpenting yang harus dilakukan oleh orang tua. Menanamkan aqidah pada anak bertujuan memahamkan anak akan hakikat dirinya, hakikat keberadaannya di dunia sehingga perilakunya sesuai dengan tujuan keberadaannya di dunia ini.
Berikut adalah 5 tips menanamkan aqidah pada anak.

Pertama, diktekan kalimat tauhid. Mendiktekan kalimat tauhid adalah dasar pendidikan yang dicontohkan oleh Nabi saw. Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw bersabda,”Ajarkanlah kalimat laa ilaaha illallah kepada anak-anak kalian sebagai kalimat pertama dan tuntunkanlah mereka mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah ketika menjelang mati.” (HR. Hakim)
Banyak riwayat yang mengisahkan bahwa para shahabat menyukai untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka kalimat laa ilaaha illallah sebagai kalimat yang pertama kali mereka ucapkan secara fasih sampai tujuh kali. 

Mendiktekan kalimat tauhid tentu dengan cara yang menyenangkan, karena kesadaran anak usia dini adalah kesadaran emosional. Orang tua perlu menemukan cara-cara yang menarik. Misalkan dengan tepuk, nada, atau bercerita. 

Kedua, mengenalkan Allah adalah Sang Pencipta. Biasanya orang tua akan mengajarkan pada anak siapa namanya, nama ayah dan ibunya, saudaranya. Namun lupa mengajarkan siapa penciptanya. Alquran telah mengajarkan pada kita metode mengenalkan Allah sebagai Sang Pencipta. Yakni dengan mengaktifkan seluruh indra untuk mengamati alam semesta. Sebagaimana Alquran mengarahkan manusia untuk berpikir dan merenungi alam semesta untuk mendapatkan tanda-tanda kekuasaan Allah.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran) Allah bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al Baqarah : 164)

Ketika anak makan buah pisang misalnya, orang tua bisa menjelaskan apa warna buah pisang, bagaimana teksturnya, apa rasanya, dan siapa yang menciptakan pisang?

Ketika sedang melihat langit dan awan, bulan, bintang, sinar matahari, orang tua bisa mengeksplorasinya. Matahari bersinar, tandanya hari telah pagi, rasakan hangatnya sinar matahari di kulit, Alhamdulillah Allah menciptkan matahari, sehingga ada cahaya dan kita bisa melihat benda-benda. Ketika langit gelap, dihiasi bulan dan bintang, ajak anak merasakan indahnya dan tanamkan bahwa Allah-lah yang menciptakan keindahan itu. Lebih bagus lagi jika orang tua membacakan ayat Alquran tentang benda-benda langit. 

Tanda-tanda kekuasaan Allah juga terdapat pada diri anak. Misal ketika anak menikmati es krim. Orang tua bisa menjelaskan, alhamdulillah Allah beri adek lidah, sehingga bisa merasakan nikmatnya es krim. Jelaskan pula bahwa Allah jugalah yang menciptakan tangannya, kakinya, dll. 

Semua tentu dilakukan dengan cara yang seru dan menyenangkan bagi anak.

Ketiga, tanamkan rasa syukur pada anak bahwa Allah menyayanginya. Misal, ketika kita memeluk anak atau sebaliknya, katakan Alhamdulillah Allah memberi umi tangan sehingga bisa peluk adek. Begitu pula ketika anak mendapatkan rizki berupa hadiah misalnya. Selalu tanamkan rasa syukur pada Allah.

Keempat, biasakan mendengar ayat-ayat Alquran dan mencintai Alquran. Alquran adalah kalamullah, perkataan Allah. Alquran adalah pedoman hidup setiap mukmin. Bukan sekedar bacaan biasa. Agar kelak anak terbiasa mengikuti petunjuk Alquran dalam hidupnya, harus dibiasakan dekat dan mencintai Alquran sejak dini.

Agar anak mencintai Alquran, orang tua pun harus mencintainya. Putar murottal Alquran di rumah sehingga Alquran menjadi hal yang biasa anak dengar sehari-hari. Buat target menghafal Alquran bersama anak. Ceritakan kisah-kisah dalam Alquran pada anak. Kaitkan ayat-ayat Alquran dengan fakta kehidupan sehari-hari sehingga mereka merasa bahwa Alquran adalah sesuatu yang hidup dan nyata. 

Kelima, dorong anak melakukan kebaikan dengan dorongan ruhiyah. Apa itu dorongan ruhiyah? Yakni melakukan kebaikan semata mengharap keridloan Allah. Mengapa harus dorongan ruhiyah? Karena ini adalah motivasi terbesar, terkuat manusia melakukan kebaikan dengan istiqomah. Ini pula yang sejalan dengan visi penciptaan manusia, yakni untuk beribadah kepada Allah SWT.  Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Adz-Dzariyat ayat 56.

Memberi dorongan ruhiyah misalnya, adek sholihah kalo pake kerudung nanti disayang Allah. Beri pemahaman tentang surga dan keindahannya dan itu adalah balasan untuk orang-orang yang senang melakukan perintah Allah. Beri pujian yang membangkitkan keinginan untuk lebih dicintai Allah. 

Semoga ikhtiar kita mendidik anak dengan Islam diridloi Allah dan terlahir dari tangan kita generasi Islam yang kokoh aqidah dan siap mengisi peradaban Islam yang sebentar lagi (dengan ijin Allah) akan tegak kembali. Wallahu a’lam.[]

Sabtu, 28 September 2019

PETAKA UTANG BERDARAH


[SUARA MUSLIMAH] 
PETAKA UTANG BERDARAH 
Oleh Kholda Najiyah

Akhir nama Aulia Kesuma (35) alias AK akan dikenang sebagai istri keji. Dua nyawa dijagalnya. Bukan musuh bebuyutan, bukan orang asing. Korban adalah teman seranjangnya. ☹

Menyewa pembunuh bayaran, AK memerintahkan untuk mengeksekusi suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung (54). Turut menjadi korban sang anak tiri, M Adi Pradana (23).

Keduanya dibantai, lalu dibawa ke Cidahu, Sukabumi. AK dan anak kandungnya sendiri, Kevin, lantas menyalakan bensin, membakar jasad kedua korban. 😣

Apa motifnya? Utang riba Rp10 miliar. Rinciannya, Rp7 miliar atas namanya, Rp2,5 miliar atas nama dia dan suami. Sisanya, Rp 500 juta berupa tagihan kartu kredit. 

Semula, uang itu untuk membuka rumah makan, namun gagal. Mereka harus membayar tagihan bank Rp200 juta perbulan. Untuk melunasi, AK membujuk suaminya agar menjual rumah. Namun suami menolak karena rumah itu warisan orangtuanya (tribun.com). 

Tak sampai 24 jam, perbuatan sadisnya terbongkar. Boro-boro bisa membayar utang, kini ia terancam hukuman mati. Harga yang pantas untuk sebuah pembunuhan terencana.

GAYA HIDUP

Semua terpana dengan tragedi ini. Bertanya-tanya, untuk apa sebuah keluarga memiliki utang sedemikian besar? Kalaulah buka usaha, haruskah sebesar itu? Lalu kartu kredit, apakah untuk membiayai gaya hidup? Entahlah. Hanya mereka yang tahu. Mari ambil pelajaran. 🤔

Pertama, tentang bahaya utang riba. 
Keluarga yang dihidupi dengan modal riba, sesejahtera apapun, ujungnya tidak akan berkah. Utang yang mulanya kecil, lama-lama akan membengkak. Mencekik keuangan rumahtangga. Mulailah percekcokan. Konflik antaranggota keluarga.

Tergeruslah nilai-nilai kemanusiaan. Banyak yang nekat membunuh, merampok, atau bunuh diri gara-gara terlilit utang riba. Itulah sebabnya Allah SWT mengharamkan riba. Mafsadatnya sungguh menyiksa.

Saat ini, jeratan riba demikian menggurita. Tawaran kredit berbunga begitu mudah masuk ke rumah-rumah. Bahkan melalui smartphone, cukup menjentikkan jari memencet aplikasi, uang pun datang.

Lalu mulailah berjatuhan para korban. Setelah menikmati utang riba yang tak seberapa, ujungnya dikejar-kejar debt collector. Hidup tak tenang. Diteror tagihan demi tagihan. Bahkan nama pengutang disebar. Nama baik pun tercemar.

Maka itu, utang yang dibolehkan dalam Islam adalah jika untuk memenuhi kebutuhan pokok yang mendesak. Utang dalam Islam didasari ta’awun, menolong orang yang kesusahan. Kepepet. Bukan untuk modal usaha, apalagi sekadar memenuhi hasrat belanja. 

Pelajaran kedua, tentang gaya hidup qonaah. Keluarga Muslim idealnya hidup dalam peradaban Islam yang menyuburkan sikap qonaah. Tidak ngoyo menjalani gaya hidup mewah, apalagi dibela-belain utang. Cukup hidup sesuai standar kelayakan dan kemampuan. 

Tak perlu berwewah-mewah jika tak berpunya. Malulah bergaya dari hasil utang. Malulah berpura-pura kaya. Toh gaya hidup mewah hanya menuai pujian manusia, tak bernilai di hadapan-Nya. 

Saat ini, godaan gaya hidup memang luar biasa masif. Individu terseret dalam arus konsumtif. Laki-laki atau wanita sama saja, dicekoki paradigma materialistis. 

Merasa perlu memiliki harta sebanyak-banyaknya, demi bisa menaikkan standar kehidupan. Tak merasa sejahtera jika belum memiliki rumah mewah, kendaraan pribadi, dll. 

Semua ini karena kita hidup di bawah naungan sistem sekular kapitalis global. Sadar atau tidak, sistem ini telah menjauhkan masyarakat dari hidup qonaah. 

INTERAKSI PASUTRI

Sungguh disesalkan, mengapa kejadian tragis ini harus terjadi. Seorang istri, mengapa bisa membenci suaminya sendiri. Selain masalah utang, AK memang mengaku ada KDRT. Bahkan keluarga besarnya sudah menyarankan untuk bercerai jika tak tahan. 

Namun, haruskah ia membunuh suaminya? Pemberinya nafkah dan tempatnya meminta keridhoan. Imamnya, kunci surganya. Ini tidak akan terjadi jika seorang istri memiliki kelembutan hati. Meridhoi setiap keputusan dan kebijakan sang suami. 

Bagaimana ia bisa membantah, benci dan kejam pada teman bercintanya? Hubungan suami-istri macam apa hingga terpikir untuk menghilangkan nyawa pasangan? 🤔

Tampaknya fungsi afeksi atau kasih sayang telah melayang. Masalah demi masalah bukan dihadapi bersama. Dipecahkan berdua dengan berserah pada-Nya. Namun justru dengan penuh kebencian. Bahkan hingga pertumpahan darah. 😣

Entahlah. Apakah potret pasutri saling benci ini hanya dialami AK? Jangan-jangan banyak kaum istri yang dalam hati kecilnya muncul benih-benih benci pada suami. 🤔

Mungkin karena rasa kecewa yang menggunung. Tidak puas dengan uang belanja. Tidak puas dengan kecuekan suami. Tidak puas dengan nafkah batin. Dan berbagai ketidakpuasan lainnya.  

Begitu pula sebaliknya. Jangan-jangan banyak para suami yang sejatinya memendam benih-benih kebencian pada sang istri. Capek dengan tuntutan istrinya. Kurang puas dengan pelayanan batinnya. Dan berbagai kekecewaan yang ditimbunnya diam-diam. Tak terungkapkan. Menumpuk. Mengundang perilaku setan.

Tampaknya, berita demi berita mengonfirmasi hal tersebut. Pembunuhan atau penganiayaan, hampir selalu dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. Bahkan orang-orang yang seharusnya mengasihi, menyayangi dan melindunginya. 

Betapa banyak kasus suami menganiaya istri atau istri malah istri yang menganiaya suami.  Suami menelantarkan istri, istri kabur dari suami. Suami bunuh istri, istri bunuh suami. Na’udzubillahi minzalik.😖

Hubungan pasutri yang seharusnya interaksi kasih sayang, telah berubah menjadi interaksi saling benci. Ironisnya, kerap kali pemicunya adalah masalah-masalah yang bersifat keduniawian. 

Entah karena masalah ekonomi, uang, utang, hingga perselingkuhan. 
Inilah potret pasutri yang tidak menjalin hubungan pernikahan berdasar tali iman yang kokoh.

Pelajaran bagi pasutri untuk merevisi hubungannya kembali. Adakah benih-benih kebencian mulai tertanam? Jika iya, segera buang jauh-jauh hingga menghilang. Jangan biarkan masalah-masalah duniawi, menjadi titik-titik noda yang merusak hubungan cinta pasutri. 

Apalagi jika hanya masalah sepele, seperti kegagalan dalam memahami karakter pasangan, jangan sampai menjadi bibit-bibit kekecewaan.

Segeralah perbaiki hati. Ridhoi pasangan apa adanya. Syukuri kehadirannya. Belajar menyesuaikan diri untuk melengkapi kekurangannya. Bersama hadapi masalah dengan keterbukaan. Pecahkan dinding-dinding kekecewaan atas pasangan dengan cermin kewarasan. Boleh jadi kita juga kerap mengecewakan pasangan.

Hapuskan ketidakpuasan terhadap pelayanan pasangan dengan memberi pelayanan terbaik. Ungkapan bijak mengatakan, jika kita ingin diperlakukan baik, maka berlaku baiklah. 

Terakhir, di alam penuh tantangan dan fitnah, tak lupa senantiasa panjatkan doa. Memohon dan berlindung pada Allah SWT agar dijauhkan dari malapetaka rumah tangga. Menjadi pasutri yang terpelihara nama baiknya. Harum di dunia hingga ke surga. Aamiin.(*)

——————————
Silahkan share dengan mencantumkan sumber Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah
——————————
Follow kami di:

Facebook: fb.com/InfoMuslimahJember

IG: instagram.com/InfoMuslimahJember

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCzg4c72yhNO7DwHUlR0_gtA

Website: www.infomuslimahjember.com

——————————
Grup WhatsApp: +628978632838
——————————

DISINTEGRASI: HARAM DAN BERBAHAYA


[KAJIAN ISLAM]
DISINTEGRASI: HARAM DAN BERBAHAYA

Disintegrasi Indonesia bukan lagi sebuah wacana dan isapan jempol belaka. Ini sebuah kenyataan yang harus disikapi dan diantisipasi. Aceh dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)-nya pernah melancarkan gerakan bersenjata selama bertahun-tahun untuk tujuan tersebut. Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) boleh jadi terus bergerak untuk mewujudkan tujuannya. 

Bahkan Timor Timur, melalui referendum, berhasil lepas dari Indonesia sejak tahun 1999. Kini, Papua kembali bergolak. Sebagian warganya menginginkan kemerdekaan. Belakangan mereka melancarkan aksi unjuk rasa di berbagai kesempatan menuntut referendum demi memisahkan diri dari Indonesia. 
Alhasil, benih-benih distintegrasi di negeri ini seperti 'bara dalam sekam'. Sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kilatan api yang tidak dapat dipadamkan.
   
Disintegrasi Haram

Kaum kafir penjajah akan terus berusaha menghancurkan kesatuan suatu negara. Salah satunya adalah melalui upaya pecah-belah (disintegrasi). 
Sebelum disintegrasi terjadi, kaum kafir penjajah biasanya senantiasa menanamkan pemahaman baru dalam rangka brain washing (cuci otak) terhadap nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat. Pemikiran-pemikiran yang menonjol dalam hal ini adalah nasionalisme, patriotisme, kedaerahan, dan kesukuan. 

Penanaman pemikiran itu, misalnya kepada masyarakat Papua, dikatakan akan lebih baik berdiri sendiri karena secara fisik dan sejarah sangat berbeda dengan saudara-saudaranya di wilayah lain di Indonesia. Kepada rakyat Timor Timur dulu ditanamkan semangat membebaskan diri dan pemahaman bahwa integrasi Timtim dengan Indonesia merupakan rekayasa Indonesia. Lalu kepada rakyat Indonesia ditanamkan pemikiran yang menekankan pentingnya Timtim dilepas dari Indonesia karena hanya menjadi 'duri dalam daging' dan terus membebani Indonesia karena Timtim propinsi yang miskin. 
Proses serupa pernah dilakukan Barat ketika ingin memecah-belah Daulah Khilafah Ustmaniyah yang berpusat di Turki. 

Akhir abad 19 Barat penjajah mengagitasi pemuda Turki dengan mempropagandakan bahwa Turki memikul beban berat bangsa-bangsa yang bukan bangsa Turki. Turki harus membebaskan diri dari bangsa-bangsa yang bukan Turki. Sebaliknya, slogan-slogan nasionalisme Arab juga disebarkan ke kalangan pemuda Arab, seperti: "Turki adalah negara penjajah", "Kinilah saatnya bagi bangsa Arab untuk membebaskan diri dari penjajahan Turki", dll. Untuk tujuan itu kemudian orang-orang Arab membuat partai politik sendiri. Pemecahbelahan pun terjadi. Daulah Khilafah Islamiyah akhirnya hancur berkeping-keping. Terpecah-menjadi puluhan negara hingga kini.

Selanjutnya, secara politik Barat akan langsung melakukan intervensi. Saat Organisasi Papua Merdeka (OPM) terus melancarkan berbagai serangan kendati secara sporadis, upaya menumpas pemberontakan tersebut terus disorot oleh Barat dan dianggap melanggar HAM. Akhirnya, konflik tak kunjung usai. Bahkan beberapa tahun lalu, dua anggota Kongres AS, Eni Fa'aua'a Hunkin Faleomavaega asal Samoa dan Donald Milford Payne asal Newark, New Jersey, berhasil menggolkan RUU mengenai Papua Barat yang isinya mempertanyakan keabsahan proses masuknya Papua ke Indonesia. Ini membuktikan bahwa pihak asing seperti AS memiliki kepentingan dengan Papua. 

Adanya indikasi campur tangan asing untuk membantu kelompok separatisme Papua sudah tampak paling tidak sejak kehadiran Sekretaris I Kedubes Amerika pada Kongres Papua serta kehadiran utusan Australia, Inggris dan negara-negara asing lainnya yang menghadiri kongres itu. Kongres Rakyat Papua pernah berlangsung tanggal 29 Mei-4 Juni 2000. Kongres menggugat penyatuan Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dilakukan Pemerintah Belanda, Indonesia dan PBB pada masa Presiden Soekarno. Menurut Kongres, bangsa Papua telah berdaulat sebagai sebuah bangsa dan negara sejak 1 Desember 1961. Selanjutnya Kongres meminta dukungan internasional untuk kemerdekaan Papua (Kompas, 05/06/2000). 
Keberhasilan kafir penjajah memecah-belah Indonesia yang paling nyata adalah lepasnya Timtim. Begitu Timor Timur merdeka, wilayah itu langsung jatuh ke tangan Australia, satelit AS di kawasan Asia Pasifik. Hal yang sama bisa terjadi atas Papua.
Karena itu jelas, disintegrasi adalah salah satu jalan yang memungkinkan kafir penjajah untuk menguasai kita. Hal ini haram berdasarkan firman Allah SWT:

وَلَنْ يَجْعَلَ اللهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً

Allah tidak akan pernah memberikan jalan kepada kaum kafir untuk memusnahkan kaum Mukmin (QS an-Nisa [4]: 141).

Disintegrasi Berbahaya

Salah satu upaya untuk melemahkan dan menguasai Indonesia adalah dengan strategi  pecah-belah dan disintegrasi. Dulu umat Islam bersatu dalam satu negara besar dan kuat, yakni Daulah Khilafah Islam. Namun, sejak Barat berhasil meruntuhkan Khilafah pada tahun 1924, wilayahnya kemudian dipecah-belah. Sejak itu hingga kini Dunia Islam terpecah menjadi lebih dari 50 negara. Bahkan negara yang kecil-kecil itu dipecah-belah juga dengan disintegrasi.  Indonesia pun kini sedang diarahkan menuju proses disintegrasi tersebut.

Tujuannya agar negeri Muslim terbesar ini semakin remuk dan hancur berkeping-keping. Jelas ini adalah kondisi yang amat berbahaya bagi negeri ini.
Belakangan ini bendera Bintang Kejora sering dikibarkan di Papua. Sejak awal, pengibaran Bintang Kejora ini telah dilarang oleh Pemerintah Indonesia. Larangan itu mengakibatkan meletusnya pemberontakan bersenjata pertama di Manokwari (26 Juli 1965) yang dimotori oleh Mandatjan dan Awom bersaudara dengan dukungan politikus senior John Ariks. Penyerangan terhadap kompleks TNI di Manokwari yang dilanjutkan dengan menjalarnya pemberontakan bersenjata ke seluruh wilayah Kepala Burung itulah yang dinyatakan sebagai hari lahirnya Organisasi Perjuangan Menuju Kemerdekaan Papua Barat. Organisasi ini oleh Pemerintah Indonesia dan Aparat Keamanan sering disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Demikianlah sampai hari ini pengibaran Bintang Kejora masih terjadi di berbagai tempat di Papua.
Kini tuntutan untuk melepaskan Papua dari Indonesia mencuat kembali.  Peristiwa ini tampak tidak dapat dilepaskan dari upaya pihak asing, khususnya AS, yang membantu separatisme dan disintegrasi jika menguntungkan mereka.  

Selalu Waspada

Karena itu seluruh komponen bangsa, khususnya umat Islam di negeri ini, harus selalu waspada terhadap makar pihak asing yang ingin memecah-belah negeri kita.

Hendaknya kita bersatu menghadapi makar mereka sekaligus berjuang mempertahankan kesatuan negeri kita. Kita harus sadar, disintegrasi hanya akan semakin memperlemah negeri Muslim terbesar ini.
Kelemahan itulah yang diinginkan oleh kafir penjajah.  

Karena itu pula para elit politik, khususnya kepada para jenderal dan prajurit Muslim serta para polisi Muslim, hendaknya bangkit dengan kekuatan yang ada untuk tak ragu menjaga setiap jengkal negeri kita agar tidak lepas dari tangan kekuasaan kita.

Janganlah negeri ini diserahkan kepada musuh-musuh kita, yakni konspirasi kafir internasional dan antek-anteknya yang telah nyata-nyata akan memisahkan sebagian negeri kita dari kesatuan wilayah negeri kita. Alih-alih memecah-belah, sejatinya negeri-negeri Muslim disatukan.  Karena itu hendaklah kita selalu berupaya sekuat tenaga menjaga perbatasan negeri kita dengan niatan yang ikhlas karena Allah, niscaya kita akan jaya, sebagaimana Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah, kuatkanlah kesabaran kalian, tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung (TQS Ali Imran [3]: 200).

Hendaklah semua komponen kaum Muslim, baik sipil maupun militer, tidak memberikan kesempatan kepada penguasa seperti dulu mereka telah melepaskan Timor Timur dari negeri kita. Ingatlah, segala keputusan dan sikap perbuatan kita hari ini akan berdampak di masa depan, di dunia maupun di akhirat kelak. Telah tampak di mata kita, tangan-tangan asing dan keterpecahbelahan umat. Semua itu akibat kita tidak berpegang teguh pada tali Allah SWT yang kokoh, yaitu Islam.

Janganlah kita membiarkan diri kita semakin tercabik-cabik. Jagalah keutuhan kita. Pertahankan kesatuan yang masih ada. Berjuanglah terus untuk menyatukan seluruh negeri-negeri kaum Muslim! Allahu akbar! []

Hikmah:

Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Berpegang teguhlah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai. Ingatlah nikmat Allah atas kalian saat dulu kalian saling bermusuhan, lalu Allah menyatukan kalbu-kalbu kalian. Dengan nikmat itu kalian menjadi bersaudara. (Ingat pula) saat kalian ada di tepi jurang neraka. Lalu Allah menyelamatkan kalian. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya agar kalian mendapatkan petunjuk.
(TQS Ali Imran [3]: 103).

——————————
Silahkan share dengan mencantumkan sumber Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah
——————————
Follow kami di:

Facebook: fb.com/InfoMuslimahJember

IG: instagram.com/InfoMuslimahJember

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCzg4c72yhNO7DwHUlR0_gtA

Website: www.infomuslimahjember.com

——————————
Grup WhatsApp: +628978632838
——————————

Iuran BPJS Naik Dua Kali Lipat, Di mana Akal Sehat?


[SUARA MUSLIMAH] 
Iuran BPJS Naik Dua Kali Lipat, Di mana Akal Sehat? 

Oleh : Zainab Ghazali 

#InfoMuslimahJember -- Belum selesai kontroversi soal tawaran perusahaan asuransi Cina Pin An Insurance untuk membantu sistem IT BPJS, kini rakyat kembali dipusingkan dengan rencana Menkeu Sri Mulyani untuk menaikkan besaran iuran peserta hingga 2 kali lipat. Alasannya sih, agar keuangan BPJS yang selama ini selalu defisit bisa menjadi sehat.

Bu Sri mengusulkan, per 1 Januari 2020 mendatang, iuran kelas mandiri I dinaikkan 100 persen. Berarti, peserta yang tadinya membayar iuran Rp 80 ribu harus siap membayar Rp 160 ribu per orang per bulan. Adapun kelas mandiri II, iuran akan dinaikkan dari Rp 59 ribu per bulan menjadi Rp 110 ribu. Dan kelas mandiri III dinaikkan Rp 16.500 dari Rp 25.500 per bulan menjadi Rp 42 ribu per peserta. 

Nampak benar Bu Sri begitu serius memutar otak demi menyelamatkan nasib BPJS agar tak terus tekor. Tapi apakah bu menteri juga serius memikirkan kondisi kesehatan rakyat berikut kondisi kantong mereka? 

Sebelumnya beberapa upaya menyelamatkan keuangan BPJS sudah dilakukan. Diantaranya, cleansing data peserta yang berhasil mencoret 5,2 juta nama penerima manfaat, serta mendorong pemerintah membayar penuh iuran penerima bantuan berikut TNI, polri dan ASN untuk tahun 2019 yang semestinya di bayar secara bulanan.

Namun ternyata, upaya itu dipandang belum cukup. Bahkan bu menteri menyatakan, tahun ini BPJS terancam defisit hingga Rp 32,8 trilyun. Dan di saat sama, BPJS menghadapi utang yang jatuh tempo sebesar lebih dari Rp. 11 Trilyun.

Maka dengan skema iuran yang baru ini, bu menteri berharap BPJS bisa terselamatkan. Bahkan katanya sih, dijamin bisa surplus hingga Rp 17,2 trilyun. 

Bu menteri juga bilang, dengan cara ini, di tahun-tahun selanjutnya, sudah terhitung BPJS akan terus menarik keuntungan. Untuk tahun 2021, 2022, sampai 2023 saja, proyeksi berdasarkan jumlah peserta dan utilisasi, di BPJS bakal surplus masing-masing Rp 11,59 triliun, Rp 8 triliun, dan Rp 4,1 triliun. Ide cerdas, bukan??

Mungkin Bu menteri berpikir, agar BPJS tidak terus tekor dan bisa untung, tak apa kalau harus ‘menguras’ kantong rakyat lebih dalam. Toh, ini demi menyelamatkan badan asuransi sosial yang manfaatnya demi kepentingan bersama seluruh rakyat Indonesia. 

Bahkan, saking husnudzan akan persetujuan rakyat, bu menteri juga bilang, usulan penyesuaian iuran BPJS ini tak perlu meminta izin dari DPR. Artinya, tak perlu mendengar apa kata rakyat. "Memang tidak perlu persetujuan DPR," kata Sri Mulyani di ruang rapat Komisi IX DPR, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Rupanya bu menteri tak peduli, betapa kebijakan tak bijak ini akan menambah beban rakyat, di tengah kesulitan ekonomi yang terus merata akibat cengkeraman sistem yang hanya menguntungkan kelompok si kaya. Bu menteri mungkin hanya mengerti bagaimana menarik manfaat dari rakyat. Sekalipun faktanya, mayoritas rakyat ada pada posisi melarat.

===

Maka sebagaimana kebijakan soal pajak, menaikkan iuran pun dianggap sebagai cara ampuh untuk menyelesaikan urusan keuangan negara, bil khusus BPJS. Sungguh, memanfaatkan ratusan juta rakyat Indonesia untuk membantu rekanan negara, merupakan langkah "cerdik" dari seorang menteri yang juga mantan Kepala Bank Dunia, sekaligus penerima penghargaan tingkat dunia, dan kini didaulat menjadi Ketua Ikatan Ekonomi Syariah Indonesia.

Celakanya, semua ironi menyakitkan ini, memang lumrah terjadi pada negara yang berkhidmat pada sistem kapitalisme neoliberal. Dalam sistem ini, negara diminimalisir perannya dalam pengaturan layanan publik. Sementara rakyat, diminta secara swadaya mengurusi sendiri semua kebutuhan-kebutuhan komunal mereka. Dan slogan "kemandirian, tolong-menolong, gotong royong dan sejenisnya" menjadi mantra sakti yang terus disemburkan para penguasa demi membangun ketaatan tanpa reserve dari seluruh rakyatnya.

Simpulan ini juga sejalan dengan pendapat tokoh Ekonomi Islam, Condro Triono. Beliau mengatakan bahwa sistem ekonomi seperti ini memang menjadi biang kerok atas lenggengnya kebijakan asuransi sosial yang diterapkan di negeri ini. 

Menurutnya pula, sistem ini memang memberi kebebasan seluas-luasnya kepada pihak swasta untuk memperebutkan “kue” ekonomi yang ada di suatu negara, tanpa batas-batas norma dan etika. Prinsipnya, di mana ada peluang, maka itu akan mereka ‘makan’. 

Sebagaimana dipahami, basis dari bisnis asuransi hanyalah memanfaatkan kekhawatiran dan ketidakpastian yang dihadapi seseorang, sehingga mau membayar sejumlah premi kepada perusahaan asuransi untuk menjamin masa depannya. Keuntungan bisnis asuransi ini akan semakin besar apabila pesertanya semakin banyak.

Dan inilah yang sedang dijalankan oleh BPJS sebagai lembaga kuasi pemerintah. Melalui lembaga ini, negara mencari untung, sementara ratusan juta rakyat yang dipaksa jadi peserta dibiarkan buntung. Alih-alih memberi rakyat layanan kesehatan terbaik. Malah memaksa mereka membayar iuran yang makin naik. 

===

Sampai kapan hal tersebut terjadi? Nampaknya, sampai benar-benar dipastikan setiap pos uang rakyat habis dikeruk oleh para kapital lewat badan asuransi berkedok jaminan sosial. Slogan “Gotong Royong Semua Tertolong” sejatinya adalah demi penuh kantong (BPJS) maka rakyat terus ditodong. 

Masalahnya, posisi rakyat dalam sistem ini memang lemah. Meski iuran naik, tak ada jaminan layanan akan kian meningkat. Bahkan tak ada jaminan pula kondisi BPJS akan membaik.

Koordinator advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan, “selama ini, banyak keluhan terkait pelayanan manfaat kesehatan BPJS. Jika iuran ini dinaikkan, ada kecenderungan masyarakat malah kian malas membayar. Tentu orang maklum jika kenaikan iuran disertai dengan perbaikan manfaat, tapi sampai sekarang belum ada jaminannya," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/8).

Lalu ia menambahi, "Jangan pikir dengan kenaikan iuran fantastis, defisit selesai begitu saja. Pikirkan lagi dampaknya secara jangka panjang," 

===

Oalah Bu menteri, harus bagaimana lagi kami menjelaskan bahwa kebijakan yang engkau buat ini tambah menyiksa kami? Tak mengertikah engkau bahwa ekonomi kami kian hari kian sulit? Lalu tega engkau tambah lagi dengan bayaran BPJS yang kian melangit. Beginilah jika negeri yang tak diatur dengan Syariat. Sudahlah asuransi hukumnya haram, ditambah lagi aturannya menyulitkan.

Untukmu Bu menteri, saya ingin ingatkan firman Allah swt :
"Sesungguhnya, dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.''(QS Asysyura [42]: 42).

Juga dengan sabda Nabi ﷺ:
“Sungguh jabatan ini adalah amanah. Pada Hari Kiamat nanti, jabatan itu akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambil jabatan itu dengan haq dan menunaikan amanah itu yang menjadi kewajibannya" (HR Muslim).

Dan satu lagi. Sabda Nabi, "Barang siapa yang diangkat oleh Allah menjadi pemimpin bagi kaum Muslim, lalu ia menutupi dirinya tanpa memenuhi kebutuhan mereka, (menutup) perhatian terhadap mereka, dan kemiskinan mereka. Allah akan menutupi (diri-Nya), tanpa memenuhi kebutuhannya, perhatian kepadanya, dan kemiskinannya." (Diriwayatkan dari Abu Dawud dan Tirmidzi dari Abu Maryam).

—————————————
#bpjs 
——————————
Silahkan share dengan mencantumkan sumber Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah
——————————
Follow kami di:

Facebook: fb.com/InfoMuslimahJember

IG: instagram.com/InfoMuslimahJember

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCzg4c72yhNO7DwHUlR0_gtA

Website: www.infomuslimahjember.com

——————————
Grup WhatsApp: +628978632838
——————————

Bulan Muharram Adalah Bulan yang Mulia


[CERMIN HATI] 
Bulan Muharram Adalah Bulan yang Mulia

#InfoMuslimahJember -- Bulan Muharram merupakan bulan yang mulia yang termasuk dalam empat bulan yang diterangkan dalam Alquran surat at Taubah ayat 36 yang berbunyi:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (36)

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah subhanahu wa ta'ala ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antara empat bulan haram (bulan Dzulqo’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam empat bulan mulia itu dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (At-taubah: 9:36)

===

Selain itu, diterangkan juga dalam hadis dari sahabat Abi Bakrah mengenai keutamaan bulan Muharram, yang berbunyi sebagai berikut:

عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ قَالَ «الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ.

Artinya: Dari Abi Bakrah dari Rasulullah, bersabda: “Sesungguhnya masa berputar seperti hari saat Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah 12 bulan, di antaranya ada empat bulan yang mulia. Yang tiga secara beriringan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, dan Rajab yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.” (HR al-Bukhari 5550 dan Muslim 4477).

===
——————————
Silahkan share dengan mencantumkan sumber Info Muslimah Jember - Inspirasi Wanita Shalihah
——————————
Follow kami di:

Facebook: fb.com/InfoMuslimahJember

IG: instagram.com/InfoMuslimahJember

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCzg4c72yhNO7DwHUlR0_gtA

Website: www.infomuslimahjember.com

——————————
Grup WhatsApp: +628978632838
——————————