Senin, 09 Desember 2019

Premi BPJS Naik; Rakyat Kian Tak Henti Panik



Oleh: Zulaikh

Seiring adanya Peraturan Presiden (Perpres) 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan yang sudah diteken 24 Oktober 2019 lalu dan berlaku sejak tanggal yang sama. Iuran BPJS Kesehatan yang naik 100% semakin jelas hilangnya harapan dan impian rakyat untuk memperoleh kemudahan mengakses kesehatan apalagi secara gratis.

Bukanlah kemudahan apalagi gratis, rakyat malah banyak mengalami kekecewaan terhadap pelayan BPJS. Bahkan nyaris ada pasien yang merengut nyawa hanya karena terkendala biaya. Sungguh Sangat ironi (mediaumat.news)

Tanggungjawab Negara

Kesehatan merupakan satu diantara 3 (tiga) dari kebutuhan primer dalam kehidupan manusia. Pemerintah adalah pihak yang wajib dan bertanggungjawab menjamin pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan setiap individu masyarakat, gratis namun berkualitas tanpa memandang status ekonomi.

Sayang sungguh sayang, Pemerintah saat ini sebagai pihak yang bertangungjawab mengurusi rakyatnya tidak terkecuali masalah kesehatan seakan ingin lepas tangan dari tangungjawabnya. Pemerintah menyerahkan soal kesehatan kepada institusi yang dianggap berkemampuan lebih tinggi (BPJS) dalam membiayai kesehatan atas nama peserta jaminan sosial. Sehingga pemberlakuan Kebijakan BPJS ini di isyaratkan adanya iuran dari masyarakat dengan dalih gotong royo dan saling membantu.

Parahnya Kebijakan tersebut bersifat wajib untuk seluruh rakyat indonesia. Bagi yang tidak ikut sertakan sebagai peserta BPJS akan dikenakan sanksi administratif dan bagi yang telat membayar iuran BPJS akan dikenakan denda yaitu penambahan jumlah iuran.

Alih-alih program BPJS ini yang awalnya menjadi jaminan kesehatan bagi masyarakat terlihat kesan begitu memaksa dan memalak. Dari estimasi kenaikan iuran BPJS ini semakin jelas pemalakan secara kaffah mencekik dan menambah beban rakyat.

Kesehatan dalam Islam

Islam sebagai satu-satunya jalan hidup yang benar, yang berasal dari Zat Yang Maha sempurna, Allah Subhanahuwata’ala. Dalam Islam hubungan Negara dengan Rakyat diibaratkan seperti hubungan antara ayah dengan anaknya. Seorang ayah wajib bertanggung jawab memehuni kebutuhan anaknya. Makan, pakaian, keamanan, kesehatan dll, Semuanya wajib dijamin oleh ayah. Begitulah cara negara memberlakukan rakyatnya.

Kemaslahatan dan fasilitas publik (al-masholihwaal-marofiq) merupakan kewajiban bagi negara untuk mengadakannya. Nabi Shalalahu’alaihiwassalam bersabda :

الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّت

“Imam adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya” 
(HR al-Bukhari dari Abdullah bin Umar). 

Dari hadist ini jelas bahwa pemeliharaan kesehatan dan pengobatan adalah ri’ayah yang wajib oleh negara. Dalam mewujudkan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis ini tentu memiliki dana yang cukup besar. Dalam Islam mengenal model pembiayaan hajat hidup publik termasuk pelayanan kesehatan berbasis baitulma.Baitulmal adalah institusi yang dikhususkan untuk mengelola semua harta yang diterimanegara dan setiap pengalokasiannya yang merupakan hak kaum muslimin.

Baitulmal memiliki sumber-sumber pemasukan tetap sesuai ketentuan syariat, supaya negara memiliki kemampuan finansial memadai untuk pelaksanaan berbagai fungsi pentingnya. Termasuk dalam hal ini fungsi sebagai penjamin kebutuhan pokok publik berupa kebutuhan pelayanan kesehatan gratis berkualitas bagi setiap individu masyarakat. Baik termaktub dalam Alquran dan Sunah, maupun apa yang ditunjukkan oleh keduanya berupa ijmak sahabat dan qiyas.

Sumber pemasukan baitulmal salah satunya dari sumber daya Alam tambang, baik berupa tambang emas, nikel, batu bara, baja, besi, minyak bumi, dll. Dalam pandangan Islam kekayaan alam berupa tambang adalah harta kekayaan milik umum (publik) yang tidak bisa diprivatisasi (dimiliki atau dikuasai) oleh individu, swasta maupun swasta asing.

Hal ini didasari pada hadist Nabi Shalalahu’alaihiwassalam yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Ahmad, bahwa : “Kaum muslim berserikat dalam tiga hal, padang rumput, air, dan api”

Hadist ini menjelaskan bahwa Padang Rumput, Air, dan Api merupakan milik umat yang tidak bisa diberikan kepada individu maupun kelompok, maka manfaatnya harus dinikmati oleh semua umat.

Api yang dimaksud dalam hadist ini adalah kategori kekayaan tambang yaitu tambang berupa batu bara yang menghasilkan energi, dan sifatnya berlaku untuk semua jenis tambang. Islam menetapkan mekanisme pengelolaan kekayaan alam berupa tambang adalah tanggung jawab negara.

Negara mengelolah kekayaan tambang dan hasil nya didistribusikan kepada rakyat secara merata. Belum lagi sumber pendapatan lainnya yang dimilki oleh kas baytulmaal negara, diantaranya adalah kharaj, jizyah, ghanimah, fa’i, usyur, pengelolaan harta milik negara dan sebagainya.

Sehingga dengan sumber pendapatan ini lah maka negara mampu menjamin semuan kebutuhan dasar masyarakat termasuk kebutuhan pelayanan kesehatan dan pengobatan (An-Nizhom Al-Iqtisodi fiil Islam, Taqiyudin An-nahbani).

Dengan model pembiayaan kesehatan seperti ini tidak saja antidefisit namun juga akan membebaskan pelayanan kesehatan dari cengkeraman korporasi, agenda hegemoni dan industrialisasi kesehatan yang sangat membahayakan kesehatan dan nyawa jutaan orang.

Pada gilirannya, penerapan paradigma Islam –syariat Islam secara kafah– berikut keseluruhan sistem kehidupan Islam, khususnya sistem ekonomi Islam dan sistem pemerintahan Islam, benar-benar “obat mujarab” untuk kesembuhan penyakit defisit pembiayaan kesehatan sekularisme, termasuk krisis pelayanan kesehatan yang ditimbulkannya.

Karenanya, kembali pada syariah kaffa dalam bingkai khilafah merupakan kebutuhan yang mendesak bagi bangsa ini dan dunia. Lebih dari pada itu, kembali pada pangkuan khilafah adalah kewajiban dari Allah subhanahu wata’ala. “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.”  (TQS Al Anfaal: 24). 

#JanjiPalsuRezimNeolib
#NeolibPembawaSengsara
#BerkahDenganSyariahKaffah


Korupsi Tanda Takut Ilahi Tak Ada Lagi






Oleh : Fathimah Adz
(Writer Milenial)


Banyak sekali perayaan dalam setahun ini.
Mulai dari hari jail sedunia sampai hari anti korupsi.
Namun sudah banyakkah perubahan terjadi??
Nyatanya zaman yang kejam semakin membuat emak-emak gigit jari.

Belum lagi membahas tanggal 9 ini.
Yang katanya hari anti korupsi.
Tapi nyata nya masih banyak yang tak sadar diri.
Atau bahkan terlalu cuek untuk mentadarkan hati nurani.

Kita akan bahas bersama.
Bagaimana hukum korupsi sebenarnya.
Jelas saja itu haram hukumnya.
Karena mengambil harta rakyat secara cuma cuma,
tanpa rakyat mengetahuinya.

Ketika haram di langgar, berarti neraka telah menyapanya
"Hey koruptor, ini dia singgasana mu di atas api yang membara"
Silahkan duduk dan nikmati minuman yang terbuat dari darah dan nanah,
yang rasanya belum pernah engkau rasa.
Perut mereka melembung sampai menutupi pintu pintu neraka.
Dan kerikil panas terus menghujam tubuhnya.

Tak takutkah engkau?

Aku sempat bermimpi..
Bagaimana semua perayaan ini tak hanya ilusi..
Melaikan di aplikasikan dan menuai bukti..
Bukan hanya berkoar koar mengobral janji,
namun kesejahteraan semakin minim karena kau korupsi.
Ah tak taukah engkau sakitnya dimana? Sakitnya tuh disini!!

Ah, aku sempat bermimpi.
Jika saja hari anti korupsi dapat menghapuskan korupsi itu sendiri..
Maka akan makmurlah negri ini.
Gemah ripah loh jinawi terwujud kembali..
Yang kaya tak sombong hati.
Juga tak lupa menafkahi sebagian harta yang dimiliki.
Yang miskin tak semakin miskin karena telah terpenuhi.

Ah, tapi aku lupa jika aku sedang bermimpi..
Selama islam belum diterapkan maka kesejahteraan hanya sebuah imajinasi.
Yang menyulitkan dan menyesakkan hati.
Juga tak dapat menurunkan barakah dari ilahi..

Sudahlah, sudahi saja semua ini.
Sistemmu terbukti tak berhasil sama sekali.
Mulai dari dulu hingga kini.
Jika kau tak memakai aturan islam yang terbukti dapat menaungi sepertiga bumi..
Maka selamanya korupsi akan menjadi jadi..
Dan semua pihak akhirnya harus gigit jari.
Keadaan semakin ganas, tak berhenti henti..

Maka kembalilah..
Kepada aturan islam yang sesuai dengan fitrah manusia.
Memuaskan akal, dan menentramkan
hati..

#SalamLiterasi

Sabtu, 07 Desember 2019

Pak Muwafiq, Sampean Ngaji Nang Endi?


/ Oleh Wardah Abeedah /

Oke. Pak Muwafiq sudah minta maaf dan klarifikasi. Tapi, saya tonton videonya si bapak tetep keukeuh dengan pendapat soal rembes. Buktinya dia bilang, kalo itu maksudnya "umbelen" (ingusan). Heran aku, Pak Muwafiq ini ngajinya dimana, sih?

Pict ini salah satu halaman dari kitab Wasa'ilul Wushul ila Syama'ilir Rasul karangan Syaikh Yusuf An-Nabhani, kakek dari pendiri Hizbut Tahrir.

Disitu dijelaskan bahwa sebagian dari kesempurnaan iman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah mengimani bahwa Allah ta'ala menjadikan penciptaan tubuhnya yang mulia dengan bentuk yang tak pernah dilihat sebelumnya atau sesudahnya pada penciptaan manusia.

Dan hadits pertama dalam gambar tersebut, menyebutkan bahwa jism (tubuh) Rasulullah itu indah.

Bagaimana mungkin, Rasulullah diawal penciptaan atau masa bayinya rembes atau umbelen?

Masih banyak kitab serupa yang menuliskan hadits-hadits yang membuat kita lebih mengenal pribadi Rasulullah. Rupa beliau, makanan, pakaian, dll. Mungkin Pak Muwafiq nggak pernah ngaji itu semua.

Atau jika dia nggak pernah ngaji kitab-kitab seperti itu, minimal kalau pernah ngaji di Madrasah Diniyah, dia pernah belajar burdahnya Syeikh Abu Shiri.

Disitu disebutkan syair yang baitnya berbunyi seperti ini :

فَهْوَ الذِّيْ تَمَّ مَعْنَاهُ وَصُـــــــوْرَتُهُ ۞ ثُمّ اصْطَفَاهُ حَبِيـْـــــــــــــبًا بَــارِئُ النَّسَمِ

*_"Dialah nabi yang sempurna baik batin atau lahirnya_*

Kemudian Rosululloh Saw, terpilih sebagai kekasih Allah ta’ala, pencipta manusia"

مُنَزَّهٌ عَنْ شَرِيكٍ فِيْ مَحَــــــاسِنِهِ ۞ فَجَوْهَرُ الْحُسْنِ فِيِهِ غَيْرُ مُنْقَسِمِ

*_"Dia sang nabi yang suci dari persamaan dalam segala kebaikan_*

Inti kebaikan pada diri nabi tak mungkin terbagi"

Atau kalau dia belum pernah tahu burdah dan artinya, sebagai orang bergelar Gus, mungkin dia pernah dengar lagu "Qamarun"nya abang Musthafa Atef, munsyid Mesir yang sering diundang pesantren-pesantren besar Indonesia. Saking hitsnya lagu Qamarun, lagu ini dihafal bahkan oleh gus-gus usia TK. Salah satu syairnya berbunyi :

مِنْكَ لَمْ تَرَ قَطُّ عَيْن

وَأَطْيَبُ مِنْكَ لَمْ تَلِدِ النِّسَاءُ

خُلِقْتَ مُبَرَّءًا مِنْ كُلِّ عَيْبٍ

كَأَنَّكَ قَدْ خُلِقْتَ كَمَا تَشَاءُ

*_"Engkau sangat indah yang belum pernah dilihat oleh mata,_*
*_Engkaulah seorang suci yang tidak pernah dilahirkan oleh seorang wanita,_*
*_Engkau diciptakan terhindar dari keaiban,_*

*_Seolah-olah engkau di ciptakan seperti mana yang engkau kehendaki"_*

Entah dimana Pak Muwafiq ini mengkaji ISlam, siapa gurunya, dan seperti apa lingkungan hidupnya. Hingga hal yang sudah a'luman bid dhoruroh bagi kalangan pesantren saja dia gagal faham. Terlebih, ini berkaitan dengan keimanan terhadap kanjeng Nabi yang mulia.

Saya awal tahu "Gus Muwafiq" ini dari berita-berita deradikalisasi. Dia termasuk dai yang vokal kalo urursan Islam radikal. Melihat fakta ini, saya kok semakin ragu ya, dengan kapasitas keilmuan tokoh agama yang selalu menyuarakan deradikalisasi.

Wallahu a'lam bish-showab.

Kamis, 05 Desember 2019

TERPAPAR SEKULERISME: PENYEBAB BANYAK ORANG JADI BIADAB

Sumber Foto : solopos

Oleh. Ayu Fitria Hasanah S.Pd
(Pengamat sosial dan budaya)

MIRIS, seorang nenek usia 65 tahun ditusuk lehernya oleh seorang lelaki misterius karena gagal memerkosanya. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu (4/12/2019) di Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Jember, Jawa Timur (https://jatim.suara.com/). Nenek yang dipanggil Mintuk ini diketahui hidup sebatang kara. Tindakan lelaki misterius tersebut jelas adalah perilaku keji, biadab. Perilaku keji ini merupakan satu diantara banyaknya perilaku-perilaku keji lainnya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Mengapa banyak tindakan keji dilakukan oleh masyarakat?

Perilaku manusia pada hakikatnya dipengaruhi oleh pemikiran, perasaan, dan peraturan yang mengikat dirinya. Pemikiran manusia tentang hidup yang harus dipersembahkan untuk ibadah kepada Allah akan mempengaruhi perilakunya agar sesuai dengan perintah-perintahNya. Perasaan manusia yang lemah dan membutuhkan Allah akan mempengaruhi dirinya untuk bersandar hanya kepada Allah. Peraturan hidup dari Allah yang dipakai manusia dalam segala aspek kehidupan akan menjaga manusia dari perbuatan keji dan mungkar.

Berdasarkan hal itu, penting untuk memahami apa pemikiran, perasaan dan peraturan yang ada di tengah-tengah masyarakat hingga menyebabkan banyak perbuatan keji terjadi. Dari kejadian lelaki misterius yang melakukan pemerkosaan pada kasus di atas, dapat diketahui bahwa dia tidak menyesuaikan perilakunya dengan perintah-perintah Allah. Selain itu, tampak bagaimana dorongan seksual yang sangat tinggi ada dalam pemikirannya hingga seorang nenek renta pun tega hendak ia perkosa. Juga terlihat dari gejolak nafsu seksual yang membuncah dan ini umumnya dipengaruhi oleh fakta seksual yang sering dilihatnya. Fakta seksual tersebut kenyataannya memang terus diproduksi misalnya melalui tayangan-tayangan di televisi, video-video di youtube, perempuan-perempuan yang bebas dalam berpakaian.

Maka dari itu, wajar hari ini banyak orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan keji karena pemikiran, perasaan, dan peraturan yang mengikatnya bukan dari Islam. Namun pemikiran kapitalisme (yang lahir dari sekulerisme) bahwa hidup untuk mencari kesenangan dan kenikmatan dunia. Bahkan pemikiran, perasaan dan peraturan Islam sengaja dipisahkan dari kehidupan masyarakat hari ini. Media tidak diatur berlandaskan Islam, sehingga tulisan, gambar, dan video yang haram atau tidak layak dimuat tetap dimuat asal menguntungkan. Peraturan berkaitan pendidikan, sistem sosial, pergaulan laki-laki dan perempuan tidak diambil dari Islam, namun banyak mengacu dari barat, walhasil kebebasan merajalela. Inilah sekulerisme yang terpapar di tengah-tengah masyarakat, menjadi penyebab orang tidak senantiasa membawa agamanya dalam semua perilakunya. Karena itu, umat Islam perlu mengembalikan pemikiran, perasaan dan peraturan Islam dalam hidup kaum muslim. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan seluruh peraturan-peraturan Islam dalam berbagai ranah dan aspek kehidupan baik oleh individu, masyarakat dan negara.
Islam adalah peraturan hidup yang menyeluruh, tidak terbatas pada urusan ibadah spiritual. Namun juga mengatur sistem sosial, sistem pergaulan laki-laki dan perempuan, cara berpakaian, sanksi hukum pidana, media, pendidikan, yang apabila ini semua diterapkan akan mampu membentuk pemikiran, perasaan Islam pada setiap incividu. Selanjutnya berdampak pada karakter serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

Premi BPJS Melejit, Rakyat Menjerit

Sumber Foto : InfoBankNews


Oleh : Watini Alfadiyah S.Pd.


#InfoMuslimahJember -- BPJS kesehatan merupakan badan hukum publik yang bertanggung jawab langsung kepada presiden dan memiliki tugas untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan nasional bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan ketentuan iuran semula ditetapkan bahwa kelas 1 Rp 59 500 per orang per bulan; kelas 2 Rp 42 500 per orang per bulan; kelas 3 Rp 25 500 per orang per bulan. Sebagaimana telah ditetapkan sesuai UU no 40 tahun  2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (SJSN), dan peserta JKN adalah seluruh masyarakat Indonesia serta bersifat wajib.

Namun akhir-akhir ini karena adanya defisit BPJS presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan sebesar 100 persen. Dengan ketentuan iuran yang harus dibayar kelas 1 Rp 160 000 per orang per bulan; kelas 2 Rp 110 000 per orang per bulan; kelas 3 Rp 42 000 per orang per bulan. Sementara itu, kepala Humas BPJS kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf menyampaikan bahwa kenaikan iuran tersebut akan berlaku mulai 1 Januari 2020 (Kompas.com).

Sementara Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menduga salah satu penyebab defisit BPJS Kesehatan adalah pembengkakan biaya klaim kepada rumah sakit. Pembengkakan biaya klaim ini diduga disebabkan oleh karena tindakan dokter kepada pasien yang dilakukan secara berlebihan.

Salah satu hal yang disoroti Terawan adalah layanan persalinan melalui operasi sectio caesarea yang banyak terjadi di hampir seluruh daerah. Operasi caesar itu pun diduga tidak sesuai ketentuan.

"Wong sectio caesarea aja perbandingannya dengan normal itu 45 persen. Harusnya menurut WHO 20 persen," kata Menkes Terawan, di Jakarta, Jumat malam, 29 November 2019.

Pernyataan itu disampaikan Terawan di depan sejumlah kepala dinas kesehatan dari seluruh daerah untuk menyelesaikan masalah dugaan fraud atau kecurangan dalam penyalahgunaan layanan Jaminan Kesehatan Nasional. "Harus benar-benar mana di-sectio caesaria, mana yang tidak. Supaya tidak ada pembengkakan biaya. Kalau terjadi berlebihan tindakannya, ya, bangkrut."

Lebih jauh Terawan menegaskan bahwa layanan yang diberikan dalam program JKN adalah layanan kesehatan dasar dengan dana yang terbatas. Namun, nyatanya di lapangan kerap dilakukan dengan tindakan yang berlebihan sehingga membuat pembiayaan juga jadi berlebih. "Ini namanya limited budgeting, kok diperlakukan unlimited medical service? Jelas akan jadi pengaruh yang besar," katanya.

Terawan juga menjelaskan bahwa selama ini pemerintah mengacu pada pasal 19 UU Nomor 40 Tahun 2004. "Di mana di situ bunyinya adalah pelayanan kesehatan dasar. Kalau dibikin unlimited medical services, pasti akan menjadi kolaps," tuturnya (TEMPO.CO).

Defisit BPJS telah ditanggapi oleh pemerintah dengan menegaskan bahwa negara hanya bisa memberikan layanan dasar. Selebihnya negara berlepas tangan atas layanan kesehatan yang dibutuhkan rakyat bahkan Menkes menyalahkan dokter dan tindakan operasi sesar karena dianggap memboroskan anggaran dan bisa membuat defisit BPJS makin besar. Menkes tidak menoleh pada bagaimana manajemen korporasi yang dijalankan BPJS yang memberi untung besar pada manajemen dari dana hak rakyat.

Lain halnya dengan Islam, yang telah melarang atas negara untuk memungut harta rakyat dan akan menjalankan kewajiban dalam melayani kesehatan rakyatnya. Dengan berpegang pada 5 (prinsip) prinsip yakni pertama; pelayanan kesehatan adalah pelayanan dasar yang bersifat publik. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda : "Siapa saja yang ketika memasuki pagi hari mendapat keadaan aman kelompoknya, sehat badannya, memiliki bahan makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah menjadi miliknya".(HR Bukhari).

Kedua; negara bertanggungjawab penuh dalam pelayanan kesehatan setiap individu masyarakat. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda, "Imam (Khalifah) yang menjadi pemimpin manusia, adalah (laksana) penggembala. Dan hanya dialah yang bertanggungjawab terhadap (urusan) rakyatnya."(HR. Bukhari).

Ketiga; pembiayaan berkelanjutan yang sesungguhnya, telah ditetapkan Allah SWT sebagai salah satu pos pengeluaran baitul mal yang berasal dari barang tambang yang berlimpah.

Keempat, kendali mutu yang sesungguhnya. Jaminan layanan kesehatan hal utama, administrasi simple, segera dilaksanakan, dan dilaksanakan oleh personal yang kapabel. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda : "Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan berbuat ikhsan atas segala sesuatu" (HR Muslim).

Kelima; upaya promotif preventif berbasis sistem yakni sistem kehidupan Islam secara keseluruhan, mulai dari sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, sistem pergaulan Islam, hingga sistem pemerintahan Islam bersifat konstruktif terhadap upaya promotif preventif.

Demikianlah konsep-konsep jaminan kesehatan dalam Islam tatkala diterapkan akan membawa kesejahteraan dan keberkahan bagi seluruh individu masyarakat. Hingga tidak akan ada rakyat yang menjerit menanggung beban biaya yang melejit karena sakit. 

Allahu a'lam bi as-showab.

#JanjiPalsuRezimNeolib
#NeolibPembawaSengsara
#BerkahDenganSyariahKaffah

Perempuan Mulia Hanya Dengan Islam

Sumber Foto : RuangMuslimah


Oleh : dr. Erna Noviyanti


#InfoMuslimahJember -- Sebelum Islam datang, kaum perempuanberada pada posisi yang hina. Jangankan memuliakannya, menganggapnya sebagai manusia saja tidak. Sebagaimana yang terjadi di negara besar saat itu dan di tempat-tempat yang lain seperti Persia, Romawi, Yunani termasuk juga di jazirah Arab. Bangsa Arab pada waktu itu menganggap hal yang memalukan ketika mendapati istri-istri mereka melahirkan anak perempuan. Sebagaimana yang tertuang di dalam ayat AL-Qur’an :

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (TQS. An-Nahl [16]: 58)

Islam hadirmendobrak pemikiran, pemahaman dan aturan yang ada  di tengah-tengah masyarakat. Perempuan yang semula diletakkan di tempat yang hina, diangkat kedudukannya dan dimuliakan oleh Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.”(HR Muslim). Dan di hadits lain Rasul bersabda, Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.”(HR Tirmidzi)


Kedudukan Perempuan di dalam Islam
            
Di dalam Islam perempuan memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki. Mereka sama dihadapan Allah SWT yaitu sebagai hamba yang wajib untuk taat dan patuh kepada hukum-hukum Allah. Perempuan memiliki peluang yang sama seperti laki-laki untuk melakukan amal shalih demi menggapai ridlo Allah.Allah SWT berfirman : Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (TQS. An Nisâ [4]: 124)

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (TQS. Al Taubah [9]: 71)

Syariat Islam yang diperuntukkan khusus bagi perempuan, diberikan oleh Allah untuk menempatkan perempuan di dalam kedudukan yang mulia dan terhormat. Diantaranya adalah syariat Islam mewajibkan perempuan untuk menutup aurat dihadapan laki-laki yang bukan mahram, memakai jilbab (QS. Al-Ahzab: 59) dan khimar/kerudung (QS. An-Nur: 31) ketika berada di luar rumah (kehidupan umum), tidak boleh bertabarruj (berdandan berlebihan sehingga menarik perhatian dan ketertarikan kaum laki-laki), meminta ijin suami ketika keluar rumah, safar (perjalanan) lebih dari sehari semalam harus disertai mahram dan lain sebagainya. Termasuk juga syariat Islam mengatur interaksi laki-laki dan perempuan dengan larangan berkhalwat (berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahram) dan ikhtilat (campur baur perempuan dan laki-laki tanpa keperluan yang diperbolehkan Islam). Ketika perempuan menjalankan semua syariat Islam tersebut dia akan berada pada posisi mulia dan terhormat tidak hanya dihadapan manusia tetapi juga di hadapan Allah.

Ketika perempuan menikah, menjadi istri dan ibu, syariat Islam juga mengatur tugas dan kewajibannya. Ketika dia menjalankan perannya sebagai ummun wa rabbatul bait (menjadi ibu dan pengatur rumah tangga) dengan ikhlas dan mendedikasikan pikiran, waktu dan tenaganya untuk mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang sholih, maka Islam memberikan tempat terhormat dan mulia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Seorang sahabat datang kepada Nabi Saw.. Kemudian bertanya: “Siapakah manusia yang paling berhak untuk dihormati?”, Nabi menjawab:”Ibumu”, kemudian siapa Wahai Nabi?, “Ibumu” jawab Nabi lagi, “kemudian siapa lagi Wahai Nabi?:” Ibumu” kemudian siapa Wahai Nabi? “bapakmu”, jawab Nabi kemudian.” (HR. Bukhari Muslim)

Begitu mulia dan terhormatnya kedudukan ummun wa rabbatul bait, karena Islam menempatkannya sebagai peran penting dan utama untuk mendidik generasi emas yang akan menegakkan peradaban Islam. Dan Allah memberikan pahala luar biasa bagi para perempuan atas perannya ini.
Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq(Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik).


Kondisi Perempuan Saat Ini

Saat ini kaum Muslim berada di dalam cengkraman sistem kehidupan Kapitalisme. Tatanan kehidupan Kapitalisme ini lahir dari pemikiran-pemikiran yang bukan bersumber dari akidah Islam. Konsep-konsep mendasar yang menjadi asasnya adalah Sekulerisme-Liberalisme (agama dipisahkan dari pengaturan publik/negara sehingga memunculkan kebebasan dalam segala hal) dan Materialisme (hanya ber-orientasi kepada materi/manfaat). Asas inilah yang mendasari pandangan Kapitalisme terhadap perempuan. Perempuan dianggap mulia jika mendatangkan manfaat atau materi, seperti bekerja, menduduki jabatan tertentu dan lain-lain.  Bahkan eksploitasi tubuh dan kecantikan perempuan “di-halal-kan” oleh Kapitalisme selama itu mendatangkan materi/manfaat. Perempuan didorong untuk lebih banyak berperan di sektor publik dengan mengatasnamakan pemberdayaan perempuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Peran domestik sebagai ummun wa rabbatul bait dimarjinalkan karena dianggap perempuan tidak produktif dari sisi ekonomi. Pandangan-pandangan yang salah tersebut diadopsi oleh kaum Muslim yang malah hal ini membawa kehinaan bagi perempuan.

Asas Sekulerisme-Liberalisme dan Materalisme ini juga yang menjadi asas di dalam semua tata aturankehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sehingga apa yang dilarang oleh Islam dianggap baik di dalam sistem Kapitalisme, sebaliknya apa yang diperintahkan oleh Islam dianggap buruk di dalam sistem Kapitalisme. Walhasilsistem Kapitalisme yang sudah buruk dari asasnya ini,ketika diterapkanpasti menimbulkankerusakan baik dalam tataran individu, masyarakat maupun negara. Sebut saja permasalahan kemiskinan, kekerasan seksual, kurangnya perlindungan terhadap perempuan dan masalah-masalahlainnyadaritahun ke tahunmalah semakin meningkat.



Solusi Permasalahan Perempuan

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (TQS. Al-A’raf [7]: 96)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa” maknanya  adalah: “Kalbu-kalbu mereka mengimani apa saja yang dibawa oleh para rasul kepada mereka. Mereka membenarkan dan mengikuti para rasul itu. Mereka bertakwa dengan melakukan ragam ketaatan dan meninggalkan aneka keharaman…” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/404).

Tidak ada sistem kehidupan manapun selain sistem Islam yang jika diterapkan di dalam kehidupan masyarakat dan negara yang akan membawa berkah dari langit dan bumi. Jika kita berbuat dosa dengan meninggalkan aturan-aturan Allah maka  kerusakan yang akan terjadi, kemaksiyatan dan kemunkaran semakin merebak. Akar permasalahan yang melanda kaum perempuan saat ini bukanlahadanyadiskriminasi perempuan dan solusi yang dihadirkan adalah kemerdekaan perempuan dan kesetaraan gender.Tetapi akar permasalahannya adalah diterapkannya sistem Kapitalisme dan ditinggalkannya hukum-hukum Allah. Sehingga bukan malahmengambil narasi-narasi sesat yang menyatakan syariat Islam penyebab kemunduran dan sumber masalah bagi kaumperempuan,yang malah menjauhkan dari ketaatan kepada hukum-hukum Allah. Tetapi solusi yang benar dan menuntaskan semua permasalahan perempuan adalah denganmenerapkan sistem Islam. Dimana asas dari sistem ini adalah ketakwaan kepada Allahdan dalammengatur tata kelola bermasyarakat dan bernegara menerapkansyariat Islam secara kaffah.Dan penerapan syariat Islam kaffah ini hanya bisa dilakukan di dalam institusi Khilafah. Sehingga jelas,satu-satunya cara untuk mengembalikan perempuan pada posisi yang mulia adalah mencampakkan sistem Kapitalisme dan menerapkan sistem Islam dengan tegaknya institusi Khilafah.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(TQS al-Baqarah [2]: 208).

Selasa, 03 Desember 2019

Pendidikan Era Disrupsi Tersandra Kepentingan Industri, Pendidikan Islamlah Solusi


REPORTASE

Pendidikan Era Disrupsi Tersandra Kepentingan Industri, Pendidikan Islamlah Solusi

Perkembangan teknologi, perubahan sosial dan politik telah mengubah karakter generasi ke generasi. Generasi X mampu menerima perubahan dengan baik, generasi Y  sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan, sedangkan generasi Z cenderung kurang dalam komunikasi verbal karena mereka lebih akrab dengan  berbagai aplikasi digital.

Hal tersebut disampaikana ustadzah Watini dalam sebuah diskusi  “Tantangan Di Era Disrupsi Dan RI 4.0 Bagi Para Guru”, Ahad (24/11) di Jember.

Ustadzah Watini menjelaskan perbedaan  karakter ini menjadi tantangan bagi para guru dalam mendidik.

Peran guru yang selama ini sebagai satu-satunya penyedia ilmu pengetahuan sedikit banyak bergeser. Kehadiran guru di ruang kelas akan berkurang karena tergantikan dengan aplikasi-aplikasi pembelajaran.
Bukan hanya itu. Perbedaan karakter generasi ini telah membuat pemerintah melakukan perubahan kurikulum yang sesuai zamannya.

“Mengapa harus merubah kurikulum sesuai dengan RI 4.O? Agar dengan kurikulum yang baru dunia pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kepentingan industri 4.0.”, kata Ustadzah Watini.

Dunia pendidikanpun terutama SMK dituntut untuk menjadi BLUD. Dengan membentuk BLUD sekolah diharapkan tidak perlu lagi meminta modal kepada Negara dan justru melaporkan pendapatnnya kepada kas Negara. Inilah yang disebut kapitalisasi pendidikan dimana dunia pendidikan dikomersilkan. Negara ibarat perusahaan penyedia layanan pendidikan, dan rakyat sebagai konsumen!

Lantas seperti apa sistem pendidikan seharusnya?

Islam sebagai agama yang sempurna pasti punya jawabannya. Ustadzah Endah Nabihah pun menjelaskan solusi “Sistem Pendidikan Islam Teladan bagi Kemajuan Teknologi”.

Syariah islam memiliki sistem yang lengkap mulai dari sistem pendidikan, ekonomi, sanksi, politik, sosial. Islam memiliki metode baku dalam pengajaran yaitu metode “talaqqiyan fikriyan” yakni proses penyampaian ilmu kepada siswa ditujukan agar siswa memahami ilmu tersebut dan mampu menggunakannya sebagai landasan sikap dan perilaku.

Pendidikan harus memiliki tujuan membentuk murid bersyaksiyah islam (berkepribadian islam), menciptakan pemimpin, faqih fiddin dan generasi pengemban al qur’an.

Khilafah islamiyah sudah pernah membuktikannya yaitu tumbuhnya universitas Baghdad, Gudishapur,Kufah, Isfahan,Cordoba, Kairo, Damaskus telah melahirkan ilmuwan penemu sains teknologi.

Ustadzah Endah Nabihah juga menjelaskan bagaimana cara Rasulullah mendidik dengan berbagai macam cara dalam mencapai tujuan pendidikan. Tetapi metode pengajarannya tetap, yaitu talqiyan fikriyan.

Beberapa cara Rasulullah diantaranya Komunikasi Efektif, Teknik Diskusi, Metode Berkisah, Teladan, Isyarat, Sarana untuk memperjelas  dan  Bertanya. Untuk pembelajaran diera 4.O internet hanyalah bagian dari sarana saja. Bukan sebagai standar menetapkan kurikulum.

Setelah penyampaian dari pemateri, para guru yang hadir berbagi pengalaman dan bertanya kaitan antara syariah dengan sengan sistem pendidikan, apa yang bisa kita lakukan sebagai guru di era disrupsi R.I 4.0, karena guru adalah penopang generasi, cara jitu agar anak punya adab kepada gurunya.

Ada juga yang membagikan pengalaman  kesibukan administrasi sekolah, sampai meninggalkan tugas mengajar dan kenapa pendidikan di Indonesia dikapitalisasi.

“Kita tidak bisa menghindar dari pembelajaran menggunakan teknologi, namun ia bukan tujuan.  penggunaannya tidak boleh menghilangkan peran guru sebagai pendidik generasi yang bertujuan membentuk syakshiyah Islamiyah,” tukas Ustadzah Endah.[Yuni]